alexametrics

BPR Arto Moro Bantu UMKM Bangkit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sektor UMKM berperan penting dalam pemulihan ekonomi nasional. Seiring membaiknya situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19, UMKM diyakini akan menjadi salah satu sektor dunia usaha yang berperan sentral dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Terkait hal itu, BPR Arto Moro Semarang saat ini memberikan perhatian lebih pada pembiayaan sektor UMKM. BPR yang kini membangun kantor baru sembilan lantai di Jalan Elang Raya tersebut, berkomitmen penuh melakukan pembiayaan dan pendampingan para pelaku UMKM. Tujuannya, agar UMKM bisa bangkit dan tumbuh lagi setelah diterjang pandemi Covid-19.

“Melalui program UMKM Bangkit, BPR Arto Moro sudah dipercaya oleh banyak bank umum seperti Bank Jateng, Bank BJB, Bank Danamon, Bank BCA, CIMB Niaga, Bank DKI, Bank Mayapada, BPR Lestari Group, untuk melakukan kerjasama linkage program terkait pembiayaan kepada para pelaku UMKM,” terang Pemegang Saham Pengendali sekaligus Komisaris Utama BPR Arto Moro, Dr H Subyakto SH MH MM saat meninjau pelaku UMKM penggemukan sapi binaan BPR Arto Moro di Salatiga.

Baca juga:  HM Natsir Lepas Wisudawan AKN Demak

Subyakto menyampaikan, sektor UMKM yang terbilang memiliki daya tahan baik di saat pandemi dan pasca pandemi. Di antaranya sektor pertanian dan peternakan. “Salah satu usaha sektor peternakan yang menjanjikan peluang dan keuntungan besar adalah usaha penggemukan sapi,” kata pria murah senyum itu.

Usaha penggemukan sapi sangat menjanjikan, karena tidak terlalu sulit. Dalam kurun waktu 4 bulan, satu ekor sapi mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp 3 – Rp 5 juta. “Keuntungan tersebut hanya berasal dari 1 ekor sapi. Apabila satu peternak diberikan akses dan modal untuk memiliki 10 ekor sapi khusus untuk program penggemukan, tentu dapat dihitung berapa berapa besar keuntungan yang diperoleh, yaitu sekitar Rp 50 juta hanya dalam waktu 4 bulan,” ucap Subyakto.

Baca juga:  Perhatikan Vegetasi Cegah Longsor

Usaha penggemukan sapi milik H Ahim Ahmad SE di Salatiga, menurut Subyakto, merupakan pilot project terkait pengaplikasian teknologi pakan yang digunakan. Penggemukan sapi menggunakan teknologi fermentasi pangan, sehingga peternak tidak harus mencari jerami setiap harinya. “Melalui aneka program pembiayaan dan pendampingan kepada UMKM, kami berharap UMKM semakin cepat tumbuh dan perekonomian nasional dapat segera pulih.” (*/isk)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya