alexametrics

Pemkab Pekalongan Komitmen Berantas Rokok Ilegal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pemkab Pekalongan bersama Bea Cukai tak main-main dengan peredaran rokok ilegal. Mereka berkomitmen memerangi itu. Caranya dengan menggalakkan sosialisasi, edukasi, penelusuran informasi, dan operasi pasar.

Kasubag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan Anjar Ardiansyah mengatakan, selama ini memang belum ada temuan peredaran rokok ilegal di Kota Santri. Namun itu tak lantas membuat pihaknya berdiam diri. Tetap menerapkan antisipasi dan pencegahan.

“Saat petugas turun melakukan operasi pasar ke warung dan toko-toko, tak ada temuan. Tapi bisa jadi peredarannya melalui door to door. Ini yang perlu kami telusuri dan antisipasi terus,” katanya.

Sejak 2014, lanjut dia, Pemkab Pekalongan tiap tahun memperoleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dengan dana itulah kegiatan pemberantasan rokok ilegal dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 206/PMK.07/2020. “Di antaranya sosialisasi, edukasi, penelusuran informasi, dan operasi pasar. Ini untuk mengantisipasi dan menutup ruang atau saluran edar rokok ilegal,” ujarnya.

Baca juga:  Bea Cukai Jateng-DIJ Setor Rp 20,44 T

Bahkan ke depan Pemkab Pekalongan akan mengadakan pelatihan pencarian informasi rokok ilegal. Pesertanya yakni Satpol PP dan melibatkan Kasi Trantib kecamatan. Sedangkan pelatih diundang dari Bea Cukai. “Ini untuk memperkuat penggalian informasi peredaran rokok ilegal,” ucapnya.

Sementara itu, Bea Cukai juga terus bergerak. Humas Bea Cukai Tegal Bambang Kristiawan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemkab Pekalongan terkait pemberantasan rokok ilegal.

Pihaknya selama ini terus melakukan patroli dan operasi pasar. “Meski Pemkab Pekalongan juga melakukan itu. Walaupun belum ada temuan di sana,” tegasnya.

Berbagai strategi Bea Cukai terapkan. Misalnya, dengan mengikuti pola-pola perkembangan modus pelanggaran terbaru. Yang terbaru, sebut Bambang, mengambil dari contoh temuan di Tegal. Dalam waktu satu bulan, Bea Cukai Tegal mendapat tangkapan setengah juta batang rokok illegal.

Baca juga:  Fathan Desak Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir Trimulyo

“Itu kami petakan peredaran mulai dari situs sosial media, dari level pembeli terbawah, lalu kita runut sampai ketemu penyedianya. Cara-cara ini yang kami tempuh. Karena modus terus berkembang,” jelasnya.

Untuk sosialiasi, kata dia, tetap pihaknya laksanakan secara masif. Bekerja sama dengan pemerintah-pemerintah daerah, termasuk Pemkab Pekalongan. “Sasaran sosialiasi bahkan kami perluasan hingga ke pelajar dan mahasiswa,” tandasnya. (adv/nra/ton)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya