alexametrics

Pemkot Pekalongan Targetkan Pendapatan Daerah 2022 Meningkat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) 2022 naik sebesar Rp 946.520.238.000. Jumlah tersebut naik 0,92 persen dibanding target pendapatan pada APBD 2021. Jika dibandingkan dengan Rancangan Perubahan APBD 2021, naik sebesar 1,73 persen.

“Walaupun naik, tetap memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19,” jelas Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan H Salahudin pada Rapat Paripurna DPRD Kota Pekalongan dalam rangka Penyampaian Pengantar Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2022 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Pekalongan Kamis (14/10/2021).

Wawalkot Salahudin mengungkapkan, penyampaian KUA-PPAS tahun anggaran 2022 sedikit mundur dari jadwal. Seiring penyusunan RPJMD yang baru selesai pada Agustus. Penyusunan RKPD tahun 2022 yang harus menjadi acuan dalam penyusunan KUA dan PPAS tahun anggaran 2022 serta penurunan pagu definitif Dana Transfer Daerah Tahun Anggaran 2022. “Penyampaian Rancangan KUA/PPAS ini merupakan kelanjutan dari pentahapan proses perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Baca juga:  Waspada Februari Curah Hujan Tinggi

Secara substansi akan berpedoman pada RKPD Kota Pekalongan tahun 2022. Dengan demikian, dapat dimaknai sebagai penerjemahan dari RPJMD Kota Pekalongan tahun 2021-2026. Oleh karena itu, komponen-komponen yang tercantum di dalam KUA-PPAS akan berisi penjabaran dari upaya pentahapan perwujudan visi dan misi, serta program-program unggulan daerah, seperti jaminan akses pendidikan masyarakat, fasilitasi bagi pelaku dan lembaga pendidikan keagamaan, digitalisasi database infrastruktur permukiman, membangun sistem pengelolaan sampah dan limbah di tingkat permukiman dan kota, ruang publik bagi kegiatan kreatif dan rekreasi warga, serta internet gratis bagi masyarakat.

Wawalkot Salahudin menyebutkan, Belanja Daerah Kota Pekalongan direncanakan sebesar Rp 986.520.238.000,00 atau naik 0,26 persen jika dibandingkan dengan anggaran belanja pada Penetapan APBD 2021. Jika dibandingkan dengan Rancangan Perubahan APBD Kota Pekalongan 2021, belanja daerah tahun 2022 turun 5,28 persen.

Baca juga:  Tanah di Pekalongan Turun 6 Cm Tiap Tahun

Sementara, untuk pembiayaan daerah terdiri atas penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan daerah digunakan untuk menutup defisit APBD Kota Pekalongan tahun 2022 yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SiLPA) sebesar Rp 46 miliar. Sedangkan, pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp 6 miliar. Sehingga, pembiayaan netto yang digunakan untuk menutup defisit anggaran sebesar Rp 40 miliar.

Pemkot Pekalongan juga berupaya melakukan sinkronisasi dengan program- program pemerintah pusat maupun provinsi di wilayahnya. Seperti penanganan rob dan banjir, pembangunan objek wisata Pasir Kencana, penguatan konservasi mangrove, ataupun kegiatan non fisik lainnya. “Selanjutnya rancangan kebijakan umum ini akan dibahas bersama-sama antara DPRD dengan jajaran Pemkot Pekalongan guna penyempurnaannya,” tutupnya. (han/ida)

Baca juga:  Pesisir Kota Pekalongan Terendam, Puluhan Warga Mengungsi

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya