alexametrics

Gelar Talkshow, Pentas Seni Budaya hingga Charity

Puncak Perayaan Dies Natalis ke-60 FK Undip

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangTalkshow nasional digelar sebagai puncak perayaan dies natalis ke-60 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip), Sabtu (2/10). Talkshow melalui daring dan luring ini mengambil tema Perguruan Tinggi Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Pandemi Covid-19.  Kegiatan yang digelar di Gedung SMI Semarang ini juga diisi berbagai pentas seni budaya dari civitas akademika FK Undip, dan ditutup dengan charity night.

Talkshow nasional menghadirkan narasumber Ketua PB IDI dr Daeng M Faqih SH MH, Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum, Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Prof dr Budu MMedEd SpM(K) PhD, serta Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti, Kemendikbudristek Prof drh Aris Junaidi PhD. Selain itu, juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dokter Daeng mengatakan, pendidikan kedokteran di masa pandemi ini memang penuh tantangan karena lebih banyak memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya.  Namun, menurutnya, kedokteran tidak bisa jika hanya melakukan pembelajaran secara online, karena harus melakukan praktik. “Sehingga menghasilkan dokter-dokter yang tidak hanya andal tapi juga beretika,” katanya.

Baca juga:  Agar Kebijakan Tepat, Perilaku Masyarakat saat Pandemi Disurvei

Prof Budu menyatakan, pendidikan kedokteran memang yang paling memiliki dampak karena Covid-19. Bukan hanya pendidikan di kampus, namun juga persoalan layanan kesehatan di rumah sakit yang di dalamnya ada dosen dan mahasiswa.

“Namun fakultas kedokteran sudah disetting masuk di era digital. Sehingga adanya Covid-19 ini mendorong kemandirian lebih cepat masuk pendidikan berbasis digital, dan mempercepat implementasi kampus merdeka,” ungkapnya.

Prof Aris menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kemenkes untuk pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk perguruan tinggi. Nantinya jika sudah pembelajaran tatap muka juga akan diakses melalui aplikasi PeduliLindungi.  “Saat ini baru empat universitas yang telah menggunakan PeduliLindungi,” katanya.

Prof Yos Johan mengatakan, pembelajaran online dan offline di masa pandemi Covid-19 memang ada kelebihan dan kekurangannya.

Baca juga:  Ketua LPTNU Jateng Resmi Jabat Rektor Unwahas

Menurutnya, pelajaran yang selama ini diberikan saat online dan berpotensi hilang akan dikembalikan lagi saat tatap muka. Sehingga akan menghasilkan lulusan yang berintegrasi.

“Dokter harus punya integritas dan mampu mengembangkan diri. Kalau tidak ada integritas akan orientasi jualan saja. Dan saya yakin semua dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa Undip mempunyai integritas,” ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, selama lima tahun ini, Undip mengalami kemajuan yang pesat dan menjadi perguruan tinggi papan atas Indonesia. Prestasi itu, lanjut Ganjar harus tetap dipertahankan.

“Terlebih Fakultas Kedokteran juga menghasilkan dokter-dokter yang mempunyai kreativitas dan mempunyai rasa kemanusiaan tinggi, serta melakukan pelayanan yang prima. Di manapun kita bekerja, pelayanan prima itu wajib, apalagi ketika heboh-hebohnya Covid-19, profesi kedokteran dan kesehatan semua bekerja dengan baik,” ujarnya.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-60 FK Undip dr Yan Wisnu Prajoko Mkes SpB (K) Onk mengatakan, perayaan puncak dies natalis ke-60 FK Undip ini sebagai rasa syukur telah melewati proses yang panjang, serta membuat semakin matang dan berdiri kokoh hingga saat ini. “Kegiatan puncak dies natalis ini merupakan momen untuk bersinergi dengan berpedoman kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.

Baca juga:  USM Gelar Workshop Penulisan Jurnal Internasional

Dekan Fakultas Kedokteran Undip Prof Dr dr Dwi Pudjonarko MKes SpS (K) menambahkan, puncak perayaan dies natalis dengan berbagai acara ini sebagai wujud apresiasi keguyuban civitas akademika, tenaga kependidikan, dan alumni.

Selain itu, lanjut dia, acara ini juga menunjukkan peran kepedulian FK Undip di kalangan pendidikan kedokteran dan kesehatan Indonesia dalam membantu pemerintah dalam tugas pendidikan tinggi.  “Semoga acara ini semakin memperkokoh silaturahmi kita untuk bersama bersinergi berkarya bagi kejayaan FK Undip ke depannya,” harapnya. (bis/aro)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya