alexametrics

Pemkab Pekalongan Genjot Infrastruktur Merata Mulai 2022

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan mengoptimalkan pembangunan infrastruktur jalan mulai tahun 2022. Sejumlah titik, terutama di wilayah atas. Itu agar pembangunan infrastruktur bisa dirasakan merata, baik wilayah bawah (dataran-pesisir) maupun atas (pegunungan).

Sejak dilantik pada Juni 2021 lalu, Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq-Riswadi selalu menggelorakan tiga program prioritas. Dua di antaranya pendidikan dan kesehatan gratis. Sementara yang terakhir adalah menyediakan infrastruktur publik yang merata.

“Kami mau pembangunan infrastuktur yang setara atau merata. Kalau wilayah bawah dibangun, atas juga dibangun,” kata Fadia dalam banyak kesempatan.

September ini, kepemimpinan Fadia-Riswadi baru terhitung tiga bulan. Masa-masa awal, program pembangunan infrastruktur belum bisa dilakukan dengan maksimal. Sebab, anggaran yang saat ini berjalan adalah sisa-sisa kepemimpinan bupati sebelumnya. Belum lagi anggaranya beralih untuk penanganan Covid-19.

Baca juga:  Pemkab Pekalongan Kembalikan 1.397 Anak ke Sekolah

Senin (27/9/2021) Fadia-Riswadi meminta Jawa Pos Radar Semarang menyampaikan ini, kepada publik. Berharap masyarakat bisa memahami masa transisi ini.

Sebenarnya, kata Fadia-Riswadi, pada awal kepemimpinannya, berharap bisa langsung ada pekerjaan fisik. Baik jalan, jembatan, maupun irigasi.

“Namun realitanya memang kami belum bisa. Kami akan tancap gas mulai tahun depan,” tegasnya.

Rencana pembangunan infrastuktur sudah mereka siapkan sejak sekarang. Sejumlah ruas jalan di wilayah atas dan bawah masuk dalam daftar pembangunan. Di antaranya di Kecamatan Kandangserang, Lebakbarang, Petungkriyono, dan Paninggaran. Di daerah bawah, di antaranya jalan Bebel dan Api-Api, Kecamatan Wonokerto.

“Itu yang menurut kami urgent (mendesak) untuk dibangun. Yang lain nanti menyusul,” ucap mereka.

Baca juga:  Sopir Travel Otaki Pencurian Kain, Penadahnya Dibekuk di Malioboro

Tak hanya itu, Fadia-Riswadi juga membidik jalan-jalan penghubung desa yang telah dan akan menjadi wewenang pemkab. Sebelumnya jalan-jalan itu merupakan wewenang desa.

“Biar nanti dibangun dengan APBD kabupaten, karena kami paham Dana Desa sudah terserap sekitar 8-20 persen untuk penanganan Covid-19,” tandasnya.

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-Taru) menyebutkan, panjang jalan Kabupaten Pekalongan adalah 697,896 kilometer. Hingga bulan ini, kemantapan jalan sudah 74,44 persen. Ini artinya 178,403 kilometer jalan masih dalam kondisi rusak dan 519,49 kilometer baik.

Tahun 2022 Pemkab Pekalongan melalui Bidang Bina Marga DPU-Taru mengalokasikan anggaran sebesar Rp 61 miliar. Itu untuk penanganan lima sub kegiatan yang berkaitan dengan jalan, jembatan, dan drainase.

Baca juga:  Salurkan 2.615 Paket Bantuan Untuk Pelaku IKM di Jateng

Sementara penanganan jalan di daerah atas akan difokuskan di Kecamatan Kandangserang (Cangkring, Sigugur, Gerbong, dan Klesem), Lebakbarang (Timbangsari dan Songgodadi), dan Petungkriyono (Igergede, Simego, dan Kubang).

Untuk jembatan dan irigasi, Fadia-Rsiwadi juga akan mengupayakan. Dua infrastruktur itu, menurutnya, juga penting untuk menunjang perekonomian daerah.

“Apalagi irigasi. Ini juga penting untuk kemajuan pertanian,” ujar mereka. (adv/nra/zal)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya