alexametrics

Bea Cukai Semarang Jemput Bola Ajak Pelaku UMKM Ekspor Produk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bea Cukai Semarang melakukan jemput bola dan mendorong pelaku UMKM mengekspor produknya. Hal ini untuk menepis tudingan bahwa bea cukai hanya memfasilitasi industri besar saja, tapi sejatinya UMKM juga menjadi target sasarannya.

Dengan tergabung ke dalam klinik ekspor, pelaku UMKM akan dibina agar dapat melakukan ekspor secara mandiri. Jangka panjang mereka diharapkan mampu mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Karena selama ini, UMKM menjadi penopang utama perekonomian di Indonesia.

“Kami masih terus mencari pelaku UMKM yang potensial dan mau mengekspor produknya,” ujar Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Paroji kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di kantornya Rabu (29/9/2021).

Baca juga:  Usai Bebas, Tiga WNA Segera Dideportasi

Bea Cukai Semarang menerjunkan 14 pegawainya untuk merangkul para pelaku UMKM. Diketuai Paroji dan Desti, mereka mengkawal kendala yang dihadapi pelaku usaha. Bahkan beberapa pelaku UMKM datang ke kantornya untuk berkonsultasi secara langsung.

Beberapa tahun terakhir bea cukai memberikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM. Namun sejauh ini baru ada 11 pelaku usaha yang menerima manfaat dari fasilitas negara tersebut.

Oleh karenanya, ia terus mengupayakan jemput bola agar lebih banyak pelaku usaha dapat menggunakan fasilitas kemudahan impor yang diberikan negara itu. “Saat kami hubungi pelaku UMKM lewat telepon, sebagian takut. Dikira ada urusan apa,” ungkap Aprilia Diasniti rekan kerja Paroji.

Baca juga:  Ultah ke-51, Hendi Disuapi Istri

Ini karena selama ini bea cukai identik dengan pengawasan barang ilegal, penangkapan pelaku penyelundupan, hingga pemberantasan rokok ilegal. Atau mengurus industri besar saja. “Padahal tidak. Industri kecil dan menengah pun kita siap mendampingi. Kami hadir untuk menjembatani para pelaku UMKM untuk bisa ekspor,” lanjutnya.

Pelaku usaha yang menerima fasilitas KITE IKM akan sangat diuntungkan dengan minimnya biaya impor bahan baku dan bahan penolong untuk produknya. Pengusaha bisa langsung mengimpor dari tangan pertama. Dengan demikian, dapat meningkatkan keuntungan atau menurunkan harga jual produknya sehingga dapat bersaing di pasar internasional.

Dalam hal ini, pihaknya mengandeng dinas maupun swasta. Mulai dari Dinas Koperasi Jateng, Dinas Perindustrian Jateng, hingga Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPI). Ia menyatakan siap membantu dan mendampingi pelaku UMKM mulai dari nol.

Baca juga:  Semen Gresik Dukung Kolaborasi Pengembangan UMKM Jateng

Lebih lanjut, ia mengakui potensi produk lokal memiliki peminat tinggi di luar negeri. Produk unggulan Jateng pada umumnya furniture, batik, dan kerajinan. Namun bahan pangan pun sebenarnya sangat diminati.

Maka dari itu untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan buyer, pihaknya juga berkomunikasi dengan diaspora perwakilan Indonesia yang tinggal di luar negeri. Beberapa kali webinar juga digelar untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan pembeli luar negeri. (taf/bis/ida)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya