alexametrics


Tingkatkan Kualitas Teripang Kering di Karimunjawa

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Jepara – Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kegiatan penyuluhan, pembinaan, dan pemberian bantuan peralatan kepada usaha kecil menengah (UKM) yang mengolah teripang kering di Desa Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini didanai oleh Undip melalui Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat Sumber Dana Selain APBN DPA LPPM UNDIP tahun pelaksanaan 2021.

Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr Ir Bambang Sulardiono M.Si dengan anggota Ir Sumardianto PG Dipl M.Gz dan Lukita Purnamayati S.TP M.Sc. Sedangkan UKM pengolah teripang kering di Karimunjawa diketuai oleh Yoga Nugraha Hermawan dan Mustain

Menurut Bambang, para pengolah teripang ini menghadapi mengalami kendala dalam proses perebusan teripang. Yakni membutuhkan panas yang merata dengan api yang dapat diatur, sehingga teripang dapat matang dengan sempurna. Selain itu, penerapan standar sanitasi dan hygiene perlu ditingkatkan untuk memperoleh kualitas produk teripang kering yang stabil.

“Bahan baku teripang sangat berpengaruh terhadap produk teripang kering yang dihasilkan. Oleh karena itu, penanganan teripang setelah dipanen juga perlu diperhatikan,” jelas Bambang.

Setelah mendiskusikan dengan Yoga dan Mustain, tim pengabdian masyarakat Undip ini memberikan pendampingan produksi dan memberikan bantuan peralatan kompor gas beserta peralatan pendukungnya.

“Tim pengabdian juga memberikan bantuan aki dan aerator kepada nelayan yaitu Mafrudin agar dapat membantu dalam penanganan teripang,” tandasnya.

Menurutnya, Karimunjawa memiliki wilayah laut yang luas dengan segala potensinya yang dapat dikembangkan untuk kemakmuran massyarakat lokal. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan baik sebagai penangkap ikan maupun teripang. “Kami berharap, kegiatan pengabdian masyarakat Undip ini dapat membantu UKM meningkatkan kualitas produk teripang kering dan meningkatkan produksi dan pendapatan pengolah,” harapnya.

Sementara itu, teripang merupakan salah satu potensi sumberdaya bernilai komersial tinggi karena harganya relatif mahal. Hasil tangkapan teripang disetorkan ke pengumpul/pengolah untuk selanjutanya dilakukan pemrosesan secara tradisional dalam bentuk teripang kering. Teripang kering inilah yang dijual/disetorkan ke eksportir. Produk teripang kering yang dihasilkan oleh pengolah di Karimunjawa mempunyai kualitas berbeda-beda. Hal ini menjadi masalah tersendiri dalam meningkatkan daya jual teripang kering. (bis/ida)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya