alexametrics

Sugiman Raih Doktor dengan IPK 4.00

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Wajah sumringah terpancar dari raut Sugiman. Dirinya baru saja selesai diwisuda. Atas gelar doktor-nya (S3) dari FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan IPK 4.00.

Kini ia berhak menyandang gelar DR. Drs. Sugiman BsC, Msi. Sebelumnya, pria kelahiran Karanganyar ini, meraih gelar D3 dan S1 di UGM Yogyakarta. S2 diperoleh dari ITB Bandung. Semuanya bidang Matematika.

Gelar doktor berhasil diraih pria kelahiran 11 Januari 1964 ini, setelah berhasil mempertahankan disertasinya. Sugiman mengambil tema anak berkebutuhan khusus (ABK). Bidang yang digeluti istrinya Sri Lestari Wahyu Handayani, sebagai guru sekolah luar biasa (SLB) Negeri Salatiga.

Penelitian tentang pertumbuhan imaginasi berfikir matematis mahasiswa dalam menciptakan alat peraga bagi ABK, agar berpikir komprehensif melalui joy full learning berbasis ekstrakurikuler training cukup berhasil.

Baca juga:  Minim Sosialisasi, Aplikasi Srikandi Pemkot Salatiga Belum Maksimal

“Penelitian ini dilatarbelakangi ketersediaan alat peraga bagi difabel relatif kurang. Kami tergugah untuk membuat alat bantu bagi para difabel,” tutur Sugiman saat ditemui usai proses wisuda kemarin.

Dosen Unnes ini kemudian memberdayakan mahasiswa fakultas matematika Unnes untuk menciptakan alat peraga melalui imajinasi. “Semacam ekstrakurikuler bagi pendidikan luar biasa. Hasilnya, sangat bermanfaat,” jelasnya.

Mulai dari abanetra, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Abakus bagi tunanetra. Ada pula abakus pecahan bagi tunanetra. Total ada enam alat bantu kreasinya yang dijadikan bahan dalam penelitan selama dua tahun terakhir ini.

Ia berhasil mempertahankan hasil penelitiannya di depan promotor Prof dr Hardi Suyitno, MPd dan co promotor Dr Dwiyanto MS serta Dr Iwan Junaedi Mpd.

Baca juga:  Wujudkan Program Satu Kelurahan Satu Lapangan Sepakbola

Pengalaman kerja yang dipunyai Sugiman cukup istimewa. Ia tercatat sebagai Ketua Pusat Kajian Pembelajaran MIPA untuk Siswa Berkebutuhan Khusus, FMIPA Unnes. Kemudian narasumber Nasional Kurikulum 2013, Kemendikbud dan memberikan sosialisasi tentang Kurikulum 2013 pada Sekolah Indonesia di Bangkok dan di Kinabalu-Sabah.

Ia juga memiki HKI atas karyanya dalam merancang dan membuat alat peraga matematis bagi siswa di SLB. Selama studi S3 telah menulis beberapa artikel internasional tentang pembelajaran di SLB berbantuan alat peraga matematis. Dua di antaranya, dimuat dalam jurnal internasional terindeks scopus.

Lebih jauh, ia berharap ketiga anaknya yakni Anggit kurniawan Wisuda, Afifah Dyah Paminta Lestari dan Alya Larasati juga bisa menempuh pendidikan semaksimal mungkin. “Ilmu akan terus berkembang, kita harus terus belajar,” ujar Sugiman. (*/sas/zal) 

Baca juga:  Bank bjb Peringkat Pertama Kategori Bank Go Public

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya