alexametrics

Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat dengan Kolaborasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Menghadapi Pandemi Covid-19, bagi Aman Santosa SE MBA, harus menjaga dan membangun optimisme hidup. Apalagi orang nomor satu di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY ini mengemban amanah turut menjaga stabilitas moneter dan perekonomian di Jateng. “Kunci sukses adalah membangun optimisme hidup,” kata mantan Deputi Direktur- Relasi Eksternal Biro Humas Bank Indonesia.

Lulusan Graduate School of Management (GSM) MBA Program The University of Adeline Australia ini, harus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melakukan inovasi untuk mencari solusi. “Harus bekerja dengan hati dan kemauan serta mengambil peran stategis yang bermanfaat bagi masyarakat,” tandas lulusan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini.

Baca juga:  Perbaikan Ekonomi, Tingkatkan Konsumsi Domestik

Apalagi literasi keuangan masyarakat Jateng masih terbilang rendah. Padahal tingkat literasi keuangan merupakan indeks level pengetahuan masyarakat terhadap jenis produk keuangan di Jateng. Persentase indeks literasi masyarakat Jateng hanya sebesar 47,38 persen, meski lebih tinggi dibandingkan Indeks Literasi Nasional sebesar 38,03 persen.

Sementara Indeks Inklusi atau ketersediaan akses produk keuangan di Jateng sebesar 65,71 persen, tercatat lebih rendah dibandingkan Indeks Inklusi Keuangan Nasional sebesar 76,19 persen. Sedangkan target inklusi keuangan tahun 2019 sebesar 75 persen. “Hal ini mencerminkan masih terdapat kelompok masyarakat yang belum dapat mengakses produk, jasa, dan layanan keuangan,” tandas pemilik hobi bersilaturahim.

Sebagai pimpinan OJK Jateng-DIY, tentu harus terus bergerak melakukan edukasi dan upaya lain untuk meningkatkan tingkat inklusi dan literasi di Jateng. Kali ini berupaya menggandeng pemerintah daerah dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menggalakkan budaya gemar menabung di kalangan masyarakat terutama pelajar dengan program Ayo Jateng Menabung.

Baca juga:  Kondisi Perbankan Stabil, OJK Imbau Masyarakat Tak Termakan Hoax

Pada kondisi pandemi Covid-19, perlu mensinergikan Gerakan Ayo Jateng Menabung dengan gerakan kepedulian sosial kepada masyarakat. Ini selaras dengan sasaran yang dituju, pelajar yang kurang mampu atau yang kondisi ekonomi keluarganya terkena dampak Covid-19.

Selain itu, menunjuk perwakilan dari Industri Jasa Keuangan (IJK) sebagai Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di 35 kabupaten/kota sebagai penanggung jawab koordinasi. Sekaligus menginisiasi program pemulihan ekonomi dalam bentuk program UMKM Bangkit.

Tak hanya soal literasi keuangan, lembaga yang dia pimpin, OJK harus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi di Jateng dengan melakukan monitoring dan enforcement program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baik yang diinisiasi oleh pemerintah maupun OJK Pusat.

Baca juga:  Buat Program Lumbung Pangan, Salurkan Bantuan ke Juru Dakwah

“Tak hanya mengupayakan pemulihan ekonomi, kita juga harus mendukung program percepatan vaksinasi yang diinisiasi oleh pemerintah. Karena itulah, OJK Jateng-DIY bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan vaksinasi untuk kalangan Industri Jasa Keuangan (IJK) di 35 kabupaten/kota di Jateng. Targetnya melakukan vaksinasi sebanyak 59.500 orang,” tuturnya. (ida)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya