alexametrics

Tim Pengabdian FMIPA Unnes Dampingi Guru selama Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi Covid-19 membuat pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring. Termasuk di MI Roudlotul Huda, Gunungpati, Semarang. Dalam pelaksanaannya muncul sejumlah masalah. Hal ini coba diselami oleh tim Pengabdian FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes) dari Jurusan Matematika. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara daring melalui zoom meeting, dan luring di MI Roudlotul Huda, Sabtu (14/8/2021) lalu. Dipilihnya sekolah ini karena berlokasi tidak jauh dari kampus Unnes.

Dalam pelaksanaannya, tim Pengabdian FMIPA Unnes dari Jurusan Matematika melibatkan guru-guru di MI Roudlotul Huda. Tim terdiri atas Dr Mohammad Asikin MPd, Dr Rochmad MSi, Dr Walid MSi, dan Dr Bambang Eko Susilo MPd.

Dr Bambang Eko Susilo MPd mengatakan,  melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pihaknya berusaha mengungkap permasalahan pembelajaran selama pandemi di MI Roudlotul Huda agar diperoleh solusi. Sebab, pembelajaran daring ini akan tetap digelar selama masa pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Baca juga:  Beraksi di Depan TLJ, Enam Begal Diringkus

Dia menyebutkan, dalam diskusi ditemukan beberapa kendala yang dihadapi guru dan peserta didik. Di antaranya, kuota internet yang minim, siswa tidak memiliki gawai, gawainya dibawa orang tua bekerja, serta kesulitan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan guru secara online.

“Dari permasalahan itu, beberapa solusi diperoleh, antara lain guru mengupayakan pembelajaran daring bagi yang dapat mengikuti, dan bagi peserta didik yang sulit memahami materi dan terkendala kuota atau gawai dipersilakan datang ke sekolah untuk belajar bersama guru,” katanya.

Bambang menambahkan, berbagai media yang pernah dipakai guru dalam pembelajaran daring, di antaranya Google Form, WhatsApp, dan Youtube.  “Ketiganya yang paling dominan dipakai guru karena mudah diakses, dan cukup memfasilitasi peserta didik untuk pembelajaran,” ujarnya.

Baca juga:  Mulai Senin, Kota Semarang Berlakukan PKM Non PSBB

Berdasarkan hasil diskusi selanjutnya, kata dia, dengan pendampingan tim pengabdi, para guru menyusun perangkat pembelajaran secara daring maupun luring dalam masa pandemi.

Dalam kesempatan itu, Dr Mohammad Asikin MPd memberikan motivasi kepada para guru agar senantiasa memasang niat yang baik dan ikhlas karena Allah SWT dalam memberikan pembelajaran walaupun dengan segala keterbatasannya. Sehingga upaya guru bisa menjadi amal jariyah.  “Semoga kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar dalam mewujudkan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi amal jariyah bagi para pendidiknya,” harapnya.

Dr Rochmad MSi menambahkan, seorang pendidik harus mengejawantahkan ilmu pengetahuannya dalam konteks nyata dalam masyarakat, seperti memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, apalagi dalam masa pandemi ini. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan beberapa contoh perangkat pembelajaran, serta menayangkan video contoh pembelajaran secara daring dan luring.

Baca juga:  Wisata Sam Poo Kong Masih Sepi Pengunjung

Kepala MI Roudlotul Huda Chairul Anam SSi menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ia menyampaikan terima kasih atas pendampingan kepada para gurunya. “Terima kasih, kegiatan ini sangat bermanfaatkan sekali bagi kami, terutama dalam meningkatkan mutu pengajaran selama pandemi Covid-19,” katanya. (bis/aro)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya