alexametrics

Jadikan Sego Megono Kuliner Khas Selopampang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung –  Makanan khas pedesaan sego megono merupakan jajanan pasar yang biasa dibawa bakul  makanan gendongan. Namun, seiring perkembangannya, kuliner unik satu ini menjelma menu andalan di Warung Kampung Owe di simpang empat tugu Selopampang,  Desa Bulan, Kecamatan Selopampang.

Warung makan menghadirkan nuansa alami suasana pedesaan yang khas. Menyediakan menu yang merujuk pada keunikan lokal seperti sego urap, tempe gembul, cakue, entok bakar dan tentu saja sego megono.

Oni, sang pemilik Resto Kampung Owe mengatakan pihaknya juga ikut mengembangkan wisata pedesaan yang akomodasinya mudah dijangkau. Yakni dengan menyediakan mobil jeep untuk paket wisata adventure menuju hutan dan Embung Walitis, bahkan sampai Nepal Van Java di wilayah Kaliangkrik, Magelang.

Baca juga:  Daihatsu Perkuat Kepedulian ke Customer

“Konsep awal kita membuat warung itu kembali ke desa. Mayoritas semua ornamen terbuat dari bambu. Untuk menu khasnya kita ambil menu sego megono. Karena sekarang jarang yang menjual, jadi kita bikin menu yang selalu ready di warung kami,” katanya.

Oni menceritakan, nasi megono menurut sejarahnya sangat kental dengan tradisi wiwit. Yaitu saat musim petik padi, para petani melakukan selametan di sawah dengan menu sego megono. Keunikan lokal itulah yang menjadi ide awal sego megono menjadi ikon kuliner lokal di Selopampang.

Selain menu khas pedesaan, sang pemilik juga membuat ramuan wedang penghangat tubuh terbuat dari jahe dan rempah lainnya dengan nama wedang owe. Menurutnya, ini cocok karena Warung Owe berada di kaki Gunung Sumbing yang berhawa dingin. Sehingga pengunjung membutuhkan minuman hangat dan menyegarkan. (nan/lis)

Baca juga:  PGN Dukung Kawasan Industri Sumut

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya