alexametrics

Bea Cukai Semarang Gelar Cerdas Cermat Nasional, Baksos dan Webinar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Merayakan Ulang Tahun yang ke-6, Bea Cukai Semarang mengadakan serangkaian acara. Mulai dari cerdas cermat SMA/SMK tingkat nasional, lomba catur, bakti sosial (baksos), hingga acara puncak webinar bertema “Peran Logistik dalam Meningkatkan Fasilitasi Perdagangan dan Industri.”

Baksos ini dilakukan dengan memberikan sumbangan ke dua panti asuhan. Di antaranya, Panti Asuhan Manarul Mabrur Banyumanik yang dihuni 46 anak dan Panti Asuhan Sahal Suhail Ungaran yang dihuni kurang lebih 30 anak. Dengan berbagi di hari istimewa, kehadiran bea cukai diharap dapat menjadi keberkahan bersama.

Lebih lanjut, pada acara puncak yang mengupas pentingnya peran logistik, Kepala Bea Cukai Semarang Sucipto memimpin langsung webinar dan jadi moderator. Kanwil DJBC Jateng dan DIJ Patmo Tri Wikanto ikut memberi sambutan pembukaan acara tersebut.

Baca juga:  Pelajar NU Luncurkan Program Konco Sinau

“Walaupun di tengah pandemi Covid-19, isu logistik, isu fasilitasi perdagangan dan industri ini akan terus relevan karena dunia sedang berubah,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengibaratkan kondisi yang dihadapi di masa pandemi seperti berlari maraton. Namun harus berlari dengan stamina sprint sehingga harus menjaga kekuatan fisik menghadapi kompetisi maraton yang panjang. Dengan demikian, Indonesia tidak tertinggal oleh negara lain.

Sebelum menyerahkan panggung untuk kedua pemateri ahli, Sucipto menyampaikan terkait bea cukai dan peran logistik. Bea cukai mengatur segala urusan impor dan ekspor. Di samping itu perkembangan industri berkaitan erat dengan logistik. Perdagangan dan investasi yang berkembang, namun tidak beriringan dengan logistik yang baik, akan menimbulkan biaya ekonomi yang tinggi. “Kita ketahui biaya logistik dari PDB masih di atas 90 persen, masih lebih tinggi dari biaya logistik di negara ASEAN,” jelasnya.

Baca juga:  Minat Ibadah Umrah Diprediksi Naik 30 Persen

Acara tersebut juga mengundang para pengusaha, termasuk di dalamnya pengusaha rokok, minuman, dan lainnya. Dengan begitu, pengusaha memahami kondisi logistik antardaerah. Bahwa seringkali perihal logistik berada di luar kendali pelaku usaha.

Kepala Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional Kiki Verico menyampaikan, bea cukai memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Terlebih pada masa pandemi banyak pekerja sektor formal yang beralih menjadi pekerja sektor informal karena maraknya PHK. Namun ini justru menjadi peluang penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan dan makanan.

“Dengan reformasi struktural, Indonesia bisa menciptakan ekosistem logistik agar mampu bersaing secara global menyesuaikan pertumbuhan ekonomi dunia,” tuturnya.

Baca juga:  Rayakan HUT Ke-70, SMC RS Telogorejo Gelar Khitanan Massal

Dilanjutkan Kuncoro Harto Widodo, Tim Ahli Pusat Studi Transportasi dan Logistik dari UGM, perlunya kerjasama antara logistik dengan digital supply network karena telah menjadi kebutuhan pokok. Saat ini peran e-commerce pada logistik cukup besar mengingat masa pandemi banyak yang berbelanja melalui platform online.

Di samping itu, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadi tantangan penyedia jasa logistik. Setiap daerah cenderung memiliki masalah dan tantangan yang berbeda. Ia menekankan perlunya kolaborasi untuk mengatasi kesulitan ini. “Kita harus sama-sama memperjuangkan sistem logistik nasional yang mana bisa menjamin bahwa sistem kita punya daya saing dan menyejahterakan.” (taf/bis/ida)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya