alexametrics

Rata-Rata Realisasi di Atas 95 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 telah menyebabkan realisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jateng tahun anggaran 2020 mengalami Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SilPa) sebesar Rp 861,34 miliar. Kendati begitu, realisasi belanja tahunan 2020 berdasarkan urusan pemerintahan daerah dan organisasi, persentase rata-rata di atas 95 persen.

Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna DPRD Jateng tentang Penyampaian Gubernur Atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jateng Tahun Anggaran 2020 dan Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Raperda tentang Perlindungan Nelayaan, Pemberdayaan Tambak Garam dan Pengolah yang dilaksanakan secara virtual dan tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes) ketat di Lantai IV Gedung Belian, Selasa (15/6/2021) kemarin.

Dalam rapat paripurna tersebut, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Sukirman, Ferry Wawan Cahyono, dan Quatly Abdulkadir Alkatiri. Gubernur maupun Wakil Gubernur berhalangan hadir, diwakilkan oleh Pj Sekda Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo yang membacakan sambutan Gubernur Ganjar Pranowo. Rapat tersebut hanya secara fisik oleh 82 anggota dewan dan secara virtual oleh 32 anggota dewanm dari total 119 anggota dewan. “Rapat paripurna ini sudah memenuhi kuorum,” kata Sukirman yang memimpin rapat.

Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo Aribowo baru membacakan pengantar tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jateng Tahun Anggaran 2020. Menurutnya, kinerja pengelolaan keuangan Pemprov Jateng selama 2020 lalu yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). “Bahkan opini WTP ini diperoleh Pemprov Jateng kali ke-10 secara berturut-turut,” jelasnya.

Baca juga:  Upacara dan Longmarch Diiringi Drumband, Meriah Perayaan HUT RI

Prasetyo menjelaskan, realisasi APBD 2020 meliputi Pendapatan Daerah sebesar Rp 25,39 triliun atau 96,72 persen dari target Rp 26,25 triliun. Realisasi Belanja Daerah dan Transfer Anggaran 2020 tercapai Rp 25,65 triliun atau 93,71 persen dari anggaran Rp 27,37 triliun.

Realisasi belanja tahunan 2020 itu berdasarkan urusan pemerintahan daerah dan organisasi. Meliputi urusan pendidikan dan kebudayaan, anggaran Rp 6,207 triliun, realisasinya Rp 6,028 triliun atau 97,11 persen. Urusan kesehatan, anggaran Rp 2,736 triliun, realisasi Rp 2,557 triliun atau 93,45 persen.

Urusan pekerjaan umum, sumber daya air dan tata ruang, anggaran Rp 523,72 miliar, realisasi Rp 501,85 miliar atau 95,82 persen. Urusan perumahan rakyat dan kawasan permukiman, anggaran Rp 34,24 miliar, realisasi Rp 30,51 miliar (89,09 persen). Urusan ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, anggaran Rp 74,36 miliar, realisasi Rp 69,96 miliar (94,09 persen). Urusan sosial, anggaran Rp 205,37 miliar dengan realisasi Rp 199,12 miliar (96,96 persen). Urusan tenaga kerja, anggaran Rp 95,24 miliar, realisasi Rp 92,10 miliar (96,70 persen).

Baca juga:  Buruh dan Polda Jateng Bahas Pelayanan BPJS bagi Pekerja

Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, anggaran Rp 20,58 miliar realisasi Rp 20,15 miliar (97,95 persen). Urusan ketahanan pangan, anggaran Rp 34,55 miliar, realiasai Rp 33,14 miliar (95,94 persen). Urusan lingkungan hidup dan kehutanan, anggaran Rp 160,41 miliar, realisasi Rp 152,44 miliar (95,03 persen). Urusan pemberdayaan masyarakat desa kependudukan dan capil, anggaran Rp 26,12 miliar, realisasi Rp 24,78 miliar (94,89 persen). Urusan perhubungan, anggaran Rp 137,54 miliar, realisasi Rp 132,95 miliar (96,67 persen).

Urusan komunikasi dan informatika, anggaran Rp 79,92 miliar, realisasi Rp 77,76 miliar (97,31 persen). Urusan Koperasi dan UKM, anggaran Rp 59,52 miliar, realisasi Rp 57,70 miliar (96,94 persen). Urusan penanaman modal, anggaran Rp 19,57 miliar, realisasi Rp 18,60 miliar (95,03 persen). Urusan kepemudaan olahraga dan pariwisata, anggaran Rp 101,40 miliar, realisasi Rp 90,57 miliar (89,32 persen). Urusan kerasipan perpustakaan, anggaran Rp 33,21 miliar, realisasi Rp 32,44 miliar (97,69 persen). Urusan kelautan dan perikanan, anggaran Rp 79,58 miliar, realisasi Rp 74,60 m, 93,74 persen.

Urusan pertanian, anggaran Rp 322,28 miliar, realisasi 294,79 miliar (91,47 persen). Urusan ESDM anggaran Rp 69,86 miliar, realisasi Rp 67,09 miliar, 96,03 persen. Urusan perindustrian dan perdagangan, anggaran Rp 74,79 miliar, realisasi Rp 69,95 miliar (93,53 persen). Urusan perencanaan, anggaran Rp 46,06 miliar, realisasi Rp 44,87 miliar (97,42 persen). Urusan keuangan, anggaran Rp 15,534 triliun, realisasi Rp 14,359 triliun (92,43 persen). Urusan kepegawaian pendidikan dan pelatihan, anggaran Rp 96,84 miliar, realisasi Rp 90,67 miliar (93,63 persen). Urusan pengawasan, anggaran Rp 31,32 miliar, realisasi Rp 30,77 milira, (98,22 persen). Urusan pemerintahan umum dan fungsi lain, anggaran Rp 570,32 miliar, realisasi Rp 500,97 miliar (87,84 persen). “Untuk penerimaannya pembiayaan daerah sebesar Rp 1,119 triliun berasal dari pengguanaan Silpa dan penerimaan pengembalian dana bergulir,” jelasnya.

Baca juga:  Padepokan Silat Gunung Talang Dibangun 2022

Sedangkan ringkasan realisasi APBD Provinsi Jateng 2020, pendapatan daerah sebesar Rp 25,394 triliun, belanja daerah Rp 25,652 triliun, dan defisit Rp 258 miliar. Sedangkan pembiayaan terdiri atas, penerimaan sebesar Rp 1,119 triliun, pengeluaran nol, pembiayaan netto Rp 1,119 triliun, silpa sebesar Rp 861,34 miliar. “Demikian garis besar pertanggungjawaban APBD 2020. Adapun kinerja pembangunan telah kami sampaikan dalam LKPJ tahun 2020. Kami mengucapkan terimakasih atas rekomendasi yang telah diberikan DPRD Jateng,” jelasnya. (adv/ida)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya