alexametrics


Kota Magelang Rekor UHC 99,13 Persen di Jateng

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kota Magelang pecahkan rekor universal health coverage (UHC) 99.13 persen di tingkat Jawa Tengah. Sesuai Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, pemerintah menetapkan UHC minimal 98 persen penduduk terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada tahun 2024. Ini berarti, Kota Magelang mampu merealisasikan tiga tahun lebih cepat.

“Ini pertama di Provinsi Jawa Tengah yang mendeklarasikan UHC di atas 98 persen,” ungkap Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah-DIY BPJS Kesehatan Dwi Martiningsih, usai menyerahkan sertifikat UHC kepada Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, di halaman kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Rabu (9/6/2021).

UHC 99,13 persen itu tercapai sejak 4 Juni 2021. Dengan kata lain, 126.281 warga Kota Magelang terdaftar program JKN-KIS, dari total penduduk 127.394 jiwa. Terdiri dari peserta segmen pekerja penerima upah (PPU) 41,237 jiwa, penduduk yang didaftarkan pemda (PBPU dan PB Pemda) 31.300 jiwa, penerima bantuan iuran (PBI) 28.972 jiwa, peserta mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU) 16.584 jiwa, dan bukan pekerja (BP), 8.188 jiwa.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ni Ketut Sri Budiani menambahkan, di masa pandemi ini, peserta JKN-KIS bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengurus banyak hal mengenai kepesertaan. Tidak perlu repot datang ke kantor pelayanan. Ada fitur terbaru di aplikasi Mobile JKN. Seperti fitur Konsultasi Dokter, Antrean Online di fasilitas kesehatan (faskes), Perubahan Data Peserta, Ketersediaan Tempat Tidur (TT) di rumah sakit, Jadwal Tindakan Operasi, dan Skrining Covid-19.

“Dengan pencapaian UHC, ke depan sangat memungkinkan mengintegrasikan beberapa hal dalam pembangunan kesehatan di Kota Magelang. Sehingga konsep smart wellness city yang dicanangkan Wali Kota Magelang untuk membawa Kota Magelang maju, sehat, dan bahagia bisa tercapai,” imbuhnya.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menambahkan, UHC ini tercapai berkat kerja sama, dan kesadaran semua pihak. Eksekutif, legislatif, forkompimda, warga, dan BPJS Kesehatan. (put/lis)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer