alexametrics

Ahli Waris Peserta BPJamsostek Bisa Kuliah Gratis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Ahli waris peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dijamin tak akan alami putus sekolah. Jika tulang punggung keluarga mengalami cacat tetap, atau meninggal.  Mereka mendapat beasiswa sampai  jenjang perguruan tinggi.

Kebijakan ini diatur dalam Permenaker Nomor 5/2021 tentang tata cara penyelenggaraan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

“Permenaker itu membuat manfaat program BPJamsostek lebih luas, karena ahli waris akan dibiayai sampai kuliah untuk dua anak,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam sosialisasi program BPJamsostek kepada pelaku seni dan budaya kota dan Kabupaten Magelang, di Balkondes Bumiharjo, Borobudur, kemarin.

Menurutnya, program ini baik diikuti pekerja informal. Di antaranya pelaku seni dan budaya. “Karena manfaatnya tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga melindungi keluarga,” tegasnya.

Baca juga:  Bule Kanada Mau Karantina Asal Bersama Anak

Kepala BPJamsostek Cabang Magelang Budi Santoso menyebut, baru 5 persen pekerja seni budaya terdaftar menjadi peserta. Lainnya belum. Ia terus bergerak untuk melakukan sosialisasi. Supaya manfaat program ini dirasakan masyarakat luas. “Minimal, pekerja informal ini mengikuti program JKK dan JKM. Iurannya hanya Rp 16.800 tiap bulan,” ucapnya.

Iuran itu dirasa ringan. Tidak memberatkan. Meski masih pandemi Covid-19, namun  aktivitas seni budaya mulai menggeliat. “Sehingga bisa menyisihkan sedikit dari penghasilan mereka,” tuturnya.

Sosialisasi itu dapat respons positif. Ia akan merekrut anggota paguyuban pekerja seni untuk menjadi agen perisai. Mereka bertugas membantu meningkatkan cakupam kepesertaan.

Direktur Keuangan BPJamsostek Asep Rahmat Suwandha mengenalkan program baru. Yakni Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini kolaborasi pemerintah dan BPJamsostek. Para pekerja yang alami pemutusan hubungan kerja (PHK) akan mendapat uang tunai, pelatihan vokasi, dan informasi pasar kerja. “Iurannya juga dibantu oleh pemerintah sebesar 0,22 persen,” pungkasnya. (put/bis/lis)

Baca juga:  Tiga Pemuda Magelang Rintis Bisnis Sayur Online, Ide Muncul saat Pandemi, Sediakan 300 Produk

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya