alexametrics

Pulihkan Ekonomi, Permudah Ekspor Impor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dampak pandemi Covid-19 membawa Indonesia dalam resesi ekonomi. Untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang mengoptimalkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) VIII Toton Hartanto menyampaikan 2020 lalu angka ekspor perusahaan penerima fasilitas KITE IKM meningkat enam kali lipat. Dari 62.467 USD pada 2019 menjadi 446.531 USD di tahun berikutnya. Hal ini membuktikan 10 perusahaan yang diberi fasilitas berhasil mengembangkan bisnisnya. Khususnya jenis usaha furniture.

“Saat ini, IKM kami perkuat. Kami ingin menanam dengan sungguh-sungguh, bukan hanya memanen hasilnya. Karena kalau ekonomi tumbuh semua sektor akan ikut terbantu. Bahkan, kami juga siap membantu untuk packaging dan branding produk,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (28/4/2021) .

Baca juga:  Kakanwil Kemenkumham Jateng Awali Safari Ramadan di Lapas Kedungpane Semarang

Selain memberikan pendampingan kepada IKM yang telah bergabung, pihaknya juga terus merangkul IKM lokal yang berpotensi untuk berkembang dan masuk pasar global. Saat ini, ada tiga perusahaan masih dalam proses asistensi. Di antaranya PT Naruna dengan produk perabot keramik, PT Bengok Craft dengan produk kerajinan berbahan eceng gondok, dan Batik Rugza dengan produk batik yang sangat diminati konsumen Jepang. “Ketiganya sangat berpotensi mengangkat kearifan lokal. Bagus bila nanti bisa bergabung, kan melengkapi furniture tadi,” imbuhnya.

Pihaknya berkomitmen untuk merangkul sebanyak mungkin IKM. Untuk tahun ini ada 11 perusahaan. Targetnya 20 hingga 40 IKM ikut bergabung dengan perusahaan KITE IKM dan mendapatkan pendampingan usaha. Sedangkan IKM yang sudah berkembang pesat dapat mengelola bisnisnya dengan mengajukan fasilitas Kawasan Berikat (KB) atau fiskal lainnya yang sesuai dengan bidang usahanya.

Baca juga:  Jasa Raharja Gandeng Korlantas Sinergikan Aplikasi JRKu dengan ETLE

Menurutnya IKM layak mendapat perhatian lebih lantaran pelaku usaha menengah cenderung ulet dan sabar. Bisnisnya dikelola secara turun temurun dan memiliki ikatan emosional satu sama lain. Sehingga banyak usaha menengah yang berhasil konsisten dan terus berlanjut. Itulah yang mendasari pemberian fasilitas KITE IKM. Bagi pengusaha yang memiliki kendala terkait modal juga akan dibantu Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Di samping itu, Bea Cukai Semarang juga membuka Klinik Ekspor di lantai dua Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A. Pada ruang tersebut, para pelaku IKM dapat menyelesaikan segala masalah impor dan ekspor. Terlepas dari berapa jumlah barang yang akan dikirim.

Baca juga:  Harpelnas, Indosat Luncurkan Gerai Online

Ke depannya, pihaknya akan membantu pelaku IKM untuk memasarkan produknya dengan mudah ke luar negeri melalui platform e-commerce. Untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk lokal ke pasar global, ia juga bermaksud merangkul mahasiswa penerima beasiswa LPDP. Selain menjembatani dari segi bahasa, mereka juga dapat mengoptimalkan marketing. Terlebih pada event yang digelar PPI di luar sana. “Kami harus bergerak semua. Diplomat dari luar negeri. Kita dari dalam negeri,” tandasnya. (cr1/bis/ida)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya