alexametrics

Jemput Sakit Antar Sehat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menentukan arah model pelayanan kesehatan masyarakat. Paling baru meluncurkan layanan “Jemput Sakit Antar Sehat”. Nantinya, tim public safety center (PSC) 119 Kota Magelang bersama dengan PMI Kota Magelang turun langsung ke lapangan.

Layanan Jemput sakit dibedakan menjadi 2 kategori. Pertama, layanan jemput sakit emergency (gawat darurat) yang dilayani oleh tim PSC 119. Dalam kondisi tersebut, pasien memerlukan pertolongan segera. Bila terjadi keterlambatan dalam pemberian pertolongan, berakibat terjadinya kecacatan. Bahkan sampai kematian.

Karena itu, tim PSC 119 Kota Magelang memiliki respon time 10 menit sampai di lokasi kejadian. Kemudian memberikan pertolongan pertama, selanjutnya dilakukan rujukan sesuai kondisi pasien.

Kedua, layanan Jemput sakit kondisi nonemergency (tidak gawat darurat). Seperti pasien-pasien yang akan melakukan pemeriksaan di poliklinik rumah sakit akan dilayani oleh tim dari PMI Kota Magelang.

Baca juga:  Dicurhati Warga Grabag, Ganjar Segera Kirim Tim Assessment

“Sedangkan layanan antar sehat adalah layanan bagi masyarakat Kota Magelang yang miskin, dan tidak mampu menyewa transportasi untuk pulang setelah lepas rawat inap di rumah sakit,” kata Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Yis Romadon.

Mendampingi program Jemput Sakit Antar Sehat, pihaknya akan rutin menggelar pelatihan kegawatdaruratan. Pesertanya masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan pegawai. Harapannya, masyarakat secara mandiri dapat memberikan pertolongan pertama, jika menemukan kejadian emergensi di lingkungan sekitar. “Pertolongan pertama itu bisa diberikan sebelum tim PSC 119 datang,” ucapnya.

Pada 23 Maret lalu, sosialisasi program Jemput Sakit Antar Sehat dimulai. Pemkot Magelang menangkap aspirasi. Masyarakat menghendaki sarana transportasi kesehatan yang mampu masuk ke gang-gang sempit. “Ide ini sangat bagus, dan bermanfaat besar untuk menyempurnakan program Jemput Sakit Antar Sehat,” tandasnya.

Baca juga:  Warga Trimulyo Digelontor Bantuan Air Bersih

Program ini diperkuat dengan pelayanan homecare. Merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan program puskesmas melalui kegiatan perawatan kesehatan masyarakat (perkesmas). Pelayanan tersebut dalam rangka memandirikan masyarakat untuk menolong diri dan keluarganya saat mengatasi masalah kesehatan. Dikemas dalam program kunjungan rumah untuk memberi edukasi dan contoh perawatan.

Puskesmas di Kota Magelang telah memetakan kegiatan ini berdasarkan wilayah binaan. Menyisir warga-warga yang memiliki masalah kesehatan dan masuk dalam kategori keluarga tidak sehat atau IKS merah maupun kuning.  Petugas puskesmas akan mengunjungi sampai empat kali kunjungan, atau sampai keluarga tersebut mampu mengatasi masalah sesehatan (lepas bina).

“Kita akan mengajari bagaimana merawat luka, bagaimana memasak makanan untuk anggota keluarga yang punya diabetes melitus. Kunjungan berikutnya akan dievaluasi,” imbuh  Kasi Pelayanan Kesehatan Mimin Triyanti.

Baca juga:  Pengendara Ikut Heningkan Cipta di Jalan

Pemkot Magelang juga punya target lain. Memberikan beasiswa bagi para tenaga kesehatan (nakes) untuk menunjang profesionalitas pelayanan kesehatan. Menyisir warga miskin untuk masuk dalam penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Saat ini pemkot mengalokasikan anggaran Rp 1,1 miliar lebih setiap bulan, untuk membayar iuran peserta PBI. Dengan rata-rata pertambahan peserta baru, 100 jiwa setiap bulan. Inilah yang membuat Kota Magelang mencetak universal health coverage (UHC). Dengan angka 97,60 persen. Pertengahan tahun ini, Pemkot Magelang mengejar UHC di angka 98 persen dari total 130 jiwa penduduk. (prokompim/mgl)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya