alexametrics

Terlayani Baik di Rumah Sakit, Percepat Kesembuhan Sang Ibu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Asa Chas’n Aghenty tidak tega melihat ibunya, Heny merintih kesakitan karena diabetes melitus. Ia putuskan segera ke rumah sakit. Agar ibunya mendapat pertolongan medis.

Begitu di pendaftaran, ia kebingungan. Ruang perawatan rawat inap kelas 1 penuh. Ibunya harus naik ke kelas VIP. Hatinya bergejolak. Ingin ibunya sembuh, namun terpikir biaya tambahan berobat. Petugas di loket itu meyakinkan dirinya. Tidak akan muncul biaya tambahan. Karena kenaikan kelas rawat inap tersebut bukan berdasarkan permintaan keluarganya. Sepenuhnya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Sempat kepikiran juga, kira-kira pelayanannya dibedakan nggak,” ujar Asa.

Dia membuktikan sendiri, pelayanan sangat memuaskan. Obat-obatan yang diberikan untuk ibunya juga bagus. “Ibu saya jadi punya semangat untuk sembuh,” tuturnya.

Baca juga:  Jalur Tol Internet untuk Angkat Potensi Desa

Asa mengakui terjadi penyesuaian iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi peserta mandiri. Sekarang, kelas 1 Rp 150 ribu per bulan. Meski terlihat mahal, namun jika dibandingkan dengan manfaatnya, jadi terasa murah. “Saya nggak kebayang kalau nggak pakai JKN-KIS, sementara ibu opname di rumah sakit beberapa kali, dan dalam waktu yang agak lama. Mungkin biayanya akan jauh lebih besar, dari jumlah iuran yang tiap bulan kami keluarkan,” ungkapnya.

Dia juga belajar dari pengalaman orang tuanya. Sakit itu tidak “enak”. Warga Grabag, Kabupaten Magelang ini berusaha menjadi generasi yang sehat. “Saya mulai dengan olahraga ringan, makan nggak sembarangan, dan mulai mengatur waktu istirahat,” akunya.

Baca juga:  Pemkab Magelang Kucurkan Rp 3 M untuk Rumah Swadaya

Di sisi lain, ia berharap program JKN-KIS berkelanjutan. Naiknya iuran, juga dibarengi dengan peningkatan fasilitas pelayanan. (put/bis/ton)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya