alexametrics

Pembangunan Monumental Kota Magelang Diresmikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang hari ini meresmikan tujuh proyek infrastruktur yang dikerjakan sepanjang 2020. Seluruh proyek strategis dan monumental siap dioperasikan 2021.

Antara lain, gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang. Gedung tiga lantai senilai Rp 16,7 miliar ini terlihat unik, desainnya terinspirasi dari bangunan cagar budaya water toren. Rencananya akan dijadikan proyek percontohan untuk kegiatan pembangunan di Kota Magelang.

Kemudian pembangunan gedung dua lantai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang senilai Rp 8,6 miliar. Gedung ini dibangun dengan mengusung konsep eco building. Memakai panel surya sebagai sumber listrik, serta menghadirkan banyak tanaman dan pepohonan rindang. Proyek lainnya yang juga akan diresmikan adalah puskesmas pembantu (Pustu) Gelangan senilai Rp 1,2 miliar, perbaikan jalan Tidar Soka senilai Rp 6,6 miliar, peningkatan saluran drainase di kawasan jalan Beringin VII senilai Rp 3,6 miliar, lapangan tenis outdoor Gelora Sanden senilai Rp 693,6 juta, dan masjid kantor Wali Kota senilai Rp 265,7 juta.

Baca juga:  Dua Pasangan Bukan Suami Istri Tepergok di Dalam Kamar Kos

Kepala Bagian Pembangunan Setda Kota Magelang Bowo Adrianto menjelaskan, adanya pandemi Covid-19 di tahun 2020 mengakibatkan APBD Kota Magelang mengalami realokasi dan refocusing. Sebanyak kurang lebih Rp 139,6 miliar dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19. “Ini berdampak pada realisasi pekerjaan fisik di Kota Magelang, sehingga hanya ada 7 paket pekerjaan strategis yang dikerjakan,” jelas Bowo ditemui di kantornya Selasa (2/2/2021).

Bowo menyebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang 2020 tetap mengalami peningkatan. Bahkan dalam lima tahun terakhir. Tahun 2016 lalu Rp 220,315 miliar, tahun 2017 Rp 233,557 miliar, tahun 2018 Rp 249,877 miliar, tahun 2019 Rp 272,559 miliar, dan tahun 2020 Rp 290,689 miliar. “Jadi selama kepemimpinan Wali Kota Sigit Widyonindito periode kedua dari 2015 sampai sekarang, PAD Kota Magelang mengalami kenaikan sebesar Rp 104,012 miliar atau 55,71 persen,” ujarnya.

Baca juga:  Operasi Zebra Candi, Polres Magelang Kota Kerahkan 55 Personel

Dampak kenaikan PAD dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk bertambahnya program dan kegiatan pembangunan. Selama tahun 2020, terdapat 919 program dan 3.181 kegiatan yang dapat langsung dirasakan ke masyarakat, dengan alokasi anggaran Rp 1,008 triliun.

Terkait struktur belanja, dia menjelaskan, tidak terlalu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, belanja langsung lebih tinggi dibanding tidak langsung. Adapun belanja langsung sebesar Rp 525,864 miliar, sedangkan belanja tidak langsung sebesar Rp 482,876 miliar. “Dari sini terlihat belanja langsung lebih tinggi 52,20 persen dibanding belanja tidak langsung yang hanya 47,80 persen dari alokasi anggaran. Hal ini berarti bahwa alokasi APBD Kota Magelang 2020 banyak digunakan sebagai belanja publik dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya. (put/ton)

Baca juga:  PLN Berikan Bantuan Bencana Gempa Halmahera Selatan

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya