alexametrics

BPBD Canangkan Zona Integritas, Siaga Bencana dan Korona

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan mencanangkan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM). Tidak sekadar wacana, mereka juga langsung turun lapangan antisipasi bencana alam dan virus Korona menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Atas inisiatif tersebut, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz SE berterima kasih, karena turut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Saya akan terus mendorong agar seluruh OPD pencanangan pembangunan Zona Integritas,” ucapnya di Aula Kantor BPBD setempat Senin (7/12/2020).

Saat ini sudah 26 OPD yang telah melakukan deklarasi pembangunan Zona Integritas. Praktis, hanya ada 5 OPD yang masih belum melakukan pencanangan, dan ditargetkan sampai dengan akhir tahun 2020, semua OPD sudah ZI.

Baca juga:  Penolak Pemakaman Perawat Dikecam, PPNI Bakal Bawa ke Ranah Hukum

Sebagai salah satu OPD yang memiliki wewenang dalam penanganan mitigasi bencana, Wali Kota menekankan, seluruh Satgas Penanganan Bencana yang ada di Kota Pekalongan, mulai dari jajaran TNI/ Polri, BPBD, PMI, Relawan, bahkan Komunitas, agar terus bersinergi, saling bahu-membahu dalam mengantisipasi maupun mengatasi setiap musibah yang mungkin terjadi di Kota Pekalongan. “Saat ini Kota Pekalongan berkali-kali dilanda bencana. Dari rob, hujan maupun tanggul yang jebol, lalu ada badai angin, kebakaran, hingga musibah Covid-19, semua harus bersatu,” serunya.

Kalakhar BPBD Kota Pekalongan Saminta SPd menjelaskan, pencanangan pembangunan ZI ini sebagai langkah awal mensukseskan reformasi birokrasi dalam penataan sistem penyelenggaraan yang baik, efektif dan efisien serta pelayanan prima serta memuaskan dalam pelayanan mitigasi bencana. “Kami siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati, tanpa pamrih dan pilih-pilih,” tegasnya.

Baca juga:  Sambut Ramadan dengan Sharp Lover Day

Usai pencanangan, BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kecamatan Pekalongan Barat, Babinsa, dan dinas terkait melakukan pemantauan wilayah di sejumlah lokasi. Seperti perkampungan dekat sungai Bremi, Meduri, Randu Jajar, Pabean, dan Pantai Sari. “Kegiatan ini, untuk melihat kondisi cuaca. Ini agar pelaksanaan Pilkada 9 Desember dapat berjalan lancar,” jelasnya.

Di Kota Pekalongan sendiri, ada 99 TPS yang dimungkinkan rawan bencana. Namun saat ini sudah dibekali pembuatan panggung, serta ada yang memanfaatkan gedung sekolah di lokasi terdekat. Selain antisipasi bencana alam, pihaknya juga memastikan bahwa TPS, aman dari peredaran virus Covid 19. (han/hum/ton)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya