alexametrics

Prokes Diperketat, Guru Bisa Menjadi Contoh Bagi Anak Didik

Kegiatan DPRD Demak Kunjungi Sekolah Terdampak Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – DPRD Kabupaten Demak melalui Komisi D setempat melakukan kegiatan kunjungan kerja ke sejumlah lembaga pendidikan di Kota Wali. Diantaranya, untuk melihat secara langsung dampak pandemi Covid-19 yang turut menerpa dan mempengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi D DPRD Demak, Ulin Nuha dan sejumlah anggotanya. Seperti diketahui, sejak munculnya persebaran virus korona (Covid-19), semua sektor kehidupan di daerah ikut terdampak, termasuk bagi sekolah. Biasanya, proses KBM dilakukan dengan tatap muka antara guru dan siswa di ruang kelas. Namun, semua itu berubah seketika kala pandemi mewabah. KBM akhirnya digelar secara virtual.

Para siswa belajar di rumah masing-masing dengan pantauan daring dari guru. Setelah pandemi agak mereda, sejak beberapa waktu lalu, kegiatan KBM sedikit demi sedikit mengalami perubahan lagi.

Yaitu, siswa diperbolehkan berangkat sekolah untuk belajar tatap muka dengan pembatasan yang diatur sedemikian rupa serta tetap menjalani protokol kesehatan (prokes). Selain berangkat selang seling, para orang tua juga langsung menjemput mereka usai  jam pelajaran. Artinya, siswa tidak boleh berkerumuan bermain  dihalaman sekolah seperti kebiasaan sebelum adanya Covid-19.

Baca juga:  Mitra Binaan Telkom Terima Rp 1,2 miliar

Kini, sejak terjadi peningkatan  pandemi lagi, pemerintah daerah kembali melakukan pengetatan kegiatan KBM tatap muka. Siswa kembali menjalani KBM dengan sistem daring. Bahkan, saat ujian masih berlangsung, siswa terpaksa kembali menjalani ujian di rumah masing masing.

Ketua Komisi D Ulin Nuha menyampaikan, kunjungan kerja ke lembaga pendidikan di masa pandemi seperti ini diperlukan untuk mengetahui secara langsung bagaimana kondisi lapangan yang sebenarnya. Kunjungan antara lain ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) Desa Bakalrejo, Kecamatan Guntur. “Kita melihat langsung bagaimana repotnya proses KBM selama pandemi ini,” ujarnya.

Anggota Komisi D Farodli mengatakan, kunjungan yang dilakukan sebelum adanya pengetatan lagi itu dapat diketahui bahwa kegiatan belajar dengan tatap muka sangat dirindukan para orang tua murid atau siswa.

Baca juga:  Pemprov Jateng Masih Larang Wisata Air Beroperasi

“Saat masih longgar, kegiatan belajar dilakukan dengan metode tatap muka antara guru dan anak didik dengan kelas kecil sebanyak 10 orang. Belajarnya dibagi tiap hari. Aktifitas mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.00,” katanya. Dengan sistem giliran masuk itu, anak didik yang hadir antara 80 hingga 90 persen. Sedangkan, untuk guru hadir semua.

Menurutnya, para orang tua wali murid justru mengharapkan sistem KBM bisa normal seperti sedia kala. Artinya, anak didik bisa masuk setiap hari dengan tatap muka.”Alasan mereka agar tidak momong (ngemong) di rumah. Sebab, kalau di rumah menganggu aktifitas orang tua yang bekerja. Tapi, dari pihak sekolah tetap patuh pada aturan yang berlaku,”kata Farodli.

Baca juga:  15.694 Anggota KPPS KPPS Jalani Rapid Test

Selama pandemi ini, kata dia, semua prokes dijalankan dengan baik di sekolah, baik oleh guru maupun siswa. Mereka memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Juga dilengkapi dengan penutup wajah (face shield). Jumlah kelas diperkecil. Jam pelajaran juga dipersingkat. “Dari hasil kunjungan ini, kita dari Komisi D DPRD Demak memberikan saran agar para guru bisa memberikan contoh dalam penerapan prokes,”katanya.

Komisi D juga menyarankan supaya guru rutin melakukan rapid test untuk mendeteksi kondisi tubuh apakah reaktif atau tidak. Sebab, jika guru reaktif, maka ada kekhawatiran menular ke anak didik. “Tentu, untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan rapid test seperti ini, bisa diambilkan dari biaya operasional (BOP) sekolah yang dianggarkan pemerintah pusat,” katanya. (*/zal)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya