alexametrics

15 UPT Fokus Kembangkan Program Perikanan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Jepara – Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara meggelar rapat koordinasi dengan seluruh UPT di lingkup Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Rapat itu membahas perkembangan teknologi perikanan Indonesia. Ada 15 UPT yang diajak untuk fokus mengembangkan program perikanan.

Rapat selama tiga hari, mulai Rabu (2-4/12/2020) di Griya Persada Bandungan. Dalam rapat itu membahas kendala hingga perkembangan teknologi perikanan di masing-masing daerah. Penyelenggara sekaligus Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo mengatakan, ada 140 peserta hadir di kegiatan tersebut. Tujuan gelar teknologi perikanan budidaya khususnya BBPBAP Jepara ingin menggali teknologi yang ada di seluruh PT di Indonesia.

Baca juga:  Akademisi Susun Pola Baru Pengabdian Masyarakat

Dikatakannya masing-masing daerah di wilayah BBPBAP Jepara memiliki keunggulan. Mulai dari udang, nila, bandeng, kepiting, rajungan, hingga ikan kakap putih. Di wilayah BBPBAP Jepara juga sedang fokus pada budidaya udang vaname. Juga ada udang windu. Udang organik yang di ekspor Amerika, Eropa, dan Jepang.

”Target 2021 untuk Indonesia sekitar 22 juta ton untuk perikanan. Memang yang terbesar di wilayah BBPBAP Jepara adalah dari udang. Memang lagi digenjot,” ungkapnya Kepada Jawa Pos Radar Semarang ketika ditemui usai kegiatan gelar teknologi perikanan budidaya lingkup unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Kamis (3/12/2020).

Budidaya udang tentu tidak lepas dari kendala. Penyakit udang yang sedang tren Ahpnd. Bakteri tersebut menyerang udang di usia kurang dari 30 hari. Ahpnd adalah penyakit yang disebabkan adanya infeksi bakteri vibrio parahaemolyticus (Vp Ahpnd) yang mampu memproduksi toksin dan menyebabkan kematian pada udang.

Baca juga:  ATPM Isuzu Perkuat Layanan Purna Jual

Pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengurangi terkenanya udang dengan bakteri tersebut. Dilakukan pengamanan yang ketat mulai dari pemilihan benih hingga penangkaran. Seluruh nelayan yang ada di wilayah BBPBAP Jepara pun terus diberikan kelas terbuka atau sosialisasi.

”Budaya pengolah limbah juga sedang terus kami monitor. Masih banyak perusahaan yang menyepelekan. Peningkatan produksi yang dilakukan masyarakat juga menjadi dampak. Idealnya kepadatan di bawah 200,” lanjutnya.

Budaya pengelolaan limbah pun masih menjadi sorotan. Diungkapkan juga pandemi saat ini perikanan khususnya di wilayah BBPBAP Jepara masih terbilang normal. Seperti di Demak, Semarang, Gresik, hingga Sidoarjo masih menjadi percontohan. Di Jepara sendiri sedang membangun tambak milenial. Tambak tersebut dikatakan seperti tambak pada umumnya. Namun pihaknya lebih mengarah pada anak milenial yang sedang studi mendalami budidaya perikanan di Indonesia untuk pengelolaan. (ria/zen/bis/ida)

Baca juga:  Sembilan Rumah Terdampak Tanah Gerak, Warga Tuding Akibat Proyek Tol

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya