alexametrics

Program Cicilan Iuran JKN-KIS Segera Berakhir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Solo – Program relaksasi tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berhasil mendongkrak perolehan iuran kepesertaan yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kedeputian Wilayah Jateng-DIJ. Sekitar Rp 4,8 miliar iuran terhimpun dari jalur relaksasi sampai November 2020.

Menurut Asisten Deputi Bidang Perencanaan Iuran dan Keuangan Markus Susilo, angka itu didapat dari pembayaran iuran 6 bulan tertunggak ditambah satu bulan berjalan oleh 12.930 peserta JKN-KIS. Atau sekitar 81 persen dari 15.871 pendaftar program relaksasi. “Sisanya ada 2.941 pendaftar tidak membayar,” ujarnya dalam acara media gathering di Best Western Premier Hotel, Solo Senin (30/11/2020) lalu.

Markus berharap, program keringanan pembayaran tunggakan iuran ini dapat dimanfaatkan peserta. Agar kepesertaannya aktif kembali. Terjamin dalam mengakses pelayanan kesehatan. “Sisa iuran tertunggak bisa dicicil sampai 31 Desember 2021 mendatang,” ujarnya.

Baca juga:  Tiga Proyek Ditarget Rampung Desember

Deputi Direksi Wilayah Jateng dan DIJ Dwi Martiningsih menyebutkan program relaksasi ini mengurangi beban peserta di tengah pandemi Covid-19. Ada pula program Gadai Peduli—pinjaman tanpa bunga. Pihaknya bekerja sama dengan PT Pegadaian. “Semua program relaksasi ini berakhir 31 Desember 2020,” imbuhnya.

Ia mengimbau, peserta yang mengikuti program relaksasi tunggakan iuran dapat kooperatif. Iuran harus dibayar sesuai kesepakatan. “Kalau tidak membayar cicilannya, maka 1 Januari 2021, kepesertaannya nonaktif kembali,” tandasnya.

Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Kinerja Kantor Cabang (PKKC) Marjianto menambahkan, pandemi Covid-19 berdampak pada tingkat kepatuhan peserta membayar iuran. Beberapa perusahaan yang terganggu keuangannya juga turut mengurangi jumlah pekerja yang didaftarkan. Namun akhir-akhir ini, kondisi kembali pulih.

Baca juga:  Tahun Depan, Pendapatan Daerah Direncanakan Naik 2,77 Persen

Data per 4 November, jumlah peserta JKN-KIS di BPJS Kesehatan di wilayah Jateng mencapai 29.975.619 jiwa dari total penduduk 36.364.049. Artinya sudah tercapai 82,43 persen. Sementara di DIY, tercapai 3.344.352 peserta dari total penduduk 3.668.304. Atau sudah mencapai 91,17 persen. Adapun pandemi Covid-19 juga mempengaruhi besar klaim biaya perawatan fasilitas kesehatan. Namun Markus mengklaim, perubahan itu tidak signifikan. (put/lis)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya