alexametrics

Terus Tingkatkan Keamanan Jalur Bawang-Dieng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – DPRD Kabupaten Batang soroti sarana pengaman di jalur wisata Bawang-Dieng. Hal tersebut demi menjaga antusias masyarakat untuk berkunjung di tempat tersebut. Pasalnya, jalan di area kaki Gunung Prau tersebut sangat ekstrem untuk dilalui kendaraan.

Kondisi demikian bisa membuat pengunjung enggan datang kembali. Meskipun semua kerja keras menuju lokasi terbayar dengan keindahan alam di Dukuh Sigemplong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang sana. Salah satu pengunjung, menjelaskan perjuangannya sangat berat untuk sampai di puncak tol kayangan.

“Pikir-pikir lagi deh kalau mau ke sini. Gua akui di atas tadi pemandangan alamnya sangat indah, kita seperti berada di atas awan. Kebetulan kabut sedang turun,” ucap Farid, salah seorang pengunjung saat beristirahat di turunan curam pertama dari arah Dieng Minggu (15/11/2020).

Baca juga:  PLN Jateng-DIJ Siap Bebaskan Tagihan 5,3 Juta Pelanggan Listrik 450 VA

Saat itu motornya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena rem blong. Ia sengaja menyempatkan lewat jalan tersebut usai perjalanan dari Jogjakarta. Bersama tiga temannya ia berniat menuju Bekasi. Mereka harus menunggu hingga motor metik yang dikendarai kembali normal.

Kabut sangat tebal menyelimuti tol kayangan waktu itu, jarak pandang hanya sekitar tiga meter. “Karena itu sudah viral, Pemda harus membuat jalur pengaman di setiap sisi jalan. Karena jalan langsung berdampingan dengan jurang yang cukup dalam. Lampu-lampu jalan juga penting, terutama saat kabut turun, jarak pandang sangat terbatas. Marka jalan sangat penting disediakan,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Batang Maulana Yusup saat ditemui di kantornya.

Baca juga:  Atasi Banjir Perumahan Dinar Indah, Dewan Kaji Alternatif Sodetan atau Relokasi

Terkait dengan potensi-potensi wisata di Kabupaten Batang, pihaknya mengingatkan bukan hanya di jalur Bawang-Dieng yang harus digali. Pemda harus menangkap potensi yang dimiliki di tempat lain. Ketika ada satu wilayah yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, harus segera dibuat kebijakan untuk pengelolaan. “Pengelolaan area wisata harus dipikirkan jangka panjang. Agar tidak mandek usai viral. Bentuknya dengan penguatan di anggaran, dalam posisi ini, Bupati bersama DPRD harus sepakat dengan pengelolaan wisata di Kabupaten Batang,” timpalnya.

Komisi D DPRD Kabupaten Batang sudah mengunjungi Sigemplong untuk survei terkait dengan infrastruktur. Serta sarana prasarana yang memang harus disediakan dalam waktu dekat. Hal tersebut demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk kecelakaan dan rusaknya kendaraan dalam perjalanan yang masih sering terjadi. (yan/wan/lis/bas)

Baca juga:  Gubernur Akmil: Jangan Sok Hebat, karena Covid-19 Ini Ada

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya