alexametrics

Terapkan Protokol Kesehatan, Komisi C Apresiasi Pelayanan Armada BRT

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Komisi C DPRD Kota Semarang kembali melakukan kunjungan ke lapangan. Kali ini komisi yang membidangi masalah pembangunan ini memantau pelayanan armada BRT Trans Semarang di terminal Gunungpati. Pemantauan ini terkait dengan pelayanan transportasi massal pada era new normal khususnya terkait dengan kepatuhan pada protokol kesehatan.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang HM Rukiyanto AB SH ini diterima oleh Plt Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Semarang Hendrix Setiawan dan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang Kusnandir SH. Nampak hadir segenap anggota Komisi C DPRD Kota Semarang. Di antaranya ada Wakil Ketua Komisi C Suharsono SS MSi dan Sekretaris Komisi C Danur Rispiyanto. Pimpinan Komisi C DPRD Kota Semarang ini juga didampingi anggota diantaranya ada V. Djoko Riyanto, Hanik Khoiru Solikah, R Yuwanto, Trifena Weyatin Soehendro, Joko Santoso, Nunung H Sriyanto, Wachid Nurmiyanto, Ery Sadewo, Gumilang Febriyansah, Suciati dan Abdul Wahab.

Dalam kesempatan ini, Komisi C DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan lapangan dan mengecek armada Trans Semarang terutama mengenai penerapan protokol kesehatan. Trans Semarang merupakan transportasi massal yang tetap beroperasi dimasa pandemi Covid-19 meski dengan sejumlah pembatasan.

Saat ditemui, Ketua Komisi C HM. Rukiyanto AB SH mengaku senang dengan pelayanan armada BRT Trans Semarang yang menerapkan protokol kesehatan sehingga penumpang tetap merasa aman dan nyaman. Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang juga sempat mencoba naik salah satu armada BRT Trans Semarang. “Pelayanan Trans Semarang ini cukup luar biasa, kondisi angkutan bagus, full AC, juga menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak antara penumpang satu dengan penumpang lain dan ini berlaku untuk semua penumpang yang ada di Kota Semarang,” kata HM Rukiyanto. Dia mengharapkan agar pelayanan ini tetap dipertahankan.

Baca juga:  Komitmen Atasi Rob, Bangun Tanggul 7,5 Kilometer

HM Rukiyanto juga memberikan apresiasi yang bagus kepada Dinas Perhubungan Kota Semarang yang telah menerapkan protokol dengan baik. “Saya melihat penerapan protokol kesehatan pada armada BRT sudah berjalan dengan bagus, kami memberi apresiasi pada Dinas Perhubungan Kota Semarang yang selalu menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono. Pihaknya ingin memastikan pelayanan BRT berjalan baik dan profesional meskipun ada refocusing anggaran. “Kami ingin memastikan pelayanan sudah memenuhi ptotokol kesehatan. Sehingga semua terjaga dan aman dari Covid-19,” katanya.

Dikatakan, saat ini pelayanan BRT sudah mulai berangsur pulih. “Kami mengapresiasi kinerja BRT Trans yang semakin profesional. Armada yang nyaman, aman, bersih, tepat waktu dan menjaga protokol kesehatan,” tambah Suharsono. Buktinya saat ini banyak kabupaten/kota di Indonesia yang studi banding dan belajar ke Trans Semarang

Sementara itu Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kusnandir turut hadir mendampingi kunjungan Komisi C DPRD Kota Semarang ini menyebutkan Terminal Gunungpati merupakan Terminal yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang. “Terminal Gunungpati merupakan salah satu terminal yang kita kelola,” kata Kusnandir.

Baca juga:  Kapasitas Mesin 1.500 CC, Bisa Gaspol di Laut Lepas

Selain terminal Gunungpati, Dishub Kota Semarang juga mengelola terminal Cangkiran di Mijen. Kedua terminal tersebut, menurut Kusnandi sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan Kementrian Perhubungan. “Sektor transportasi umum merupakan salah satu bagian yang harus diperhatikan saat pandemi covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara itu Plt. Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Semarang, Hendrix Setiawan mengungkapkan sejak akhir Maret 2020 pihaknya telah melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Kami sudah melaksanakan protokol kesehatan sejak Maret 2020 lalu, dan sampai saat ini terus berjalan,” katanya.

Berbagai upaya telah dilakukan guna menciptakan layanan transportasi umum yang nyaman, aman dan sehat. Upaya tersebut diantaranya mewajibkan petugas dan penumpang memakai masker, mengecek suhu tubuh petugas dan calon penumpang dengan thermo gun, menyemprot desinfektan baik di halte maupun ke seluruh armada.

“Kami juga menyediakan tempat cuci tangan di halte transit dan halte keberangkatan, kemudian juga memasang hand sanitizer baik di halte transit maupun di dalam armada bus,” tambah Hendrix. Pihaknya juga membatasi kapasitas penumpang di bus menjadi 50 persen, serta setiap 2 minggu sekali seluruh petugas akan dibagikan susu dan vitamin guna menjaga kebugaran. “Petugas yang tidak memakai masker pada saat bertugas, akan dikenakan sanksi tegas. Karena memakai masker sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Baca juga:  Kursus F&B dari Guru Asing

Hendrix Setiawan menjelaskan berbagai langkah protokol kesehatan yang dilaksanakan BRT Trans Semarang telah sesuai dengan anjuran pemerintah.

Ia menyebut waktu layanan Trans Semarang selama Pandemi Covid-19 masih disesuaikan dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang. “Awal layanan Trans Semarang selama Pandemi Covid-19 ini dimulai pukul 05.30 hingga akhir layanan dari Halte Balaikota pukul 18.00. Sedangkan layanan bandara malam masih belum dioperasionalkan,” sebutnya.

Trans Semarang saat ini telah memiliki 8 koridor dan 3 rute Feeder. Kedelapan koridor tersebut yakni; koridor 1 (Mangkang – Penggaron), Koridor 2 (Terboyo – Sisemut), Koridor 3 (Pelabuhan – Elizabeth), Koridor 4 (Cangkiran – Stasiun Tawang), Koridor 5 (PRPP – Meteseh), Koridor 6 Universitas Diponegoro (Undip) – Universitas Negeri Semarang (Unnes), koridor 7 (Terboyo – USM – Balaikota), Koridor 8 (Cangkiran – Gunungpati – Simpang Lima).

Kemudian Feeder 1 rute Ngaliyan – Madukoro, Feeder 2 Bangetayu – Kaligawe, Feeder 4 BSB – UNNES. Mengenai tarif Trans Semarang yaitu untuk penumpang umum Rp 3500. Sedangkan bagi pelajar atau mahasiswa, pengguna KIA, kelompok lanjut usia dan veteran Rp 1000. “Untuk mencegah penyebaran Covid-19, bagi penumpang kami juga menyediakan pembayaran non tunai (cashless). Penumpang bisa menggunakan berbagai piranti pembayaran antara lain: E-Card Trans Semarang, Tapcash BNI, BRIZZI, Link Aja, OVO dan Go Pay,” jelasnya. (HMS/zal/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya