alexametrics

PGN Alirkan Gas ke 6.706 Rumah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) berkomitmen menyelesaikan penugasan pemerintah. PGN kembali melaksanakan pengaliran gas (Gas In) bertahap untuk Rumah Tangga Kota Semarang, tepatnya di Kecamatan Semarang Barat. Pengaliran gas di wilayah Semarang Barat ini sebanyak 6.706 Sambungan Rumah (SR).

Sales Area Head PGN Semarang Mochamad Arif mengungkapkan, dengan adanya aliran baru di Semarang, maka total pelanggan gas Rumah Tangga di seluruh Kota Semarang kini sudah mencapai 10.706 SR. Jaringan gas yang ada di Kecamatan Semarang Barat ini meliputi Kelurahan Salaman Mloyo, Krobokan, Karangayu, Kalibanteng Kidul, Gisikdrono, Cabean, dan Bojong Salaman. Di Kota Semarang sendiri sudah ada 18 sektor jaringan gas yang tersambung. Sebelumnya PGN sudah melakukan pengaliran gas di Kecamatan Semarang Timur sebanyak 10 sektor. Seluruh jaringan gas yang saat ini sudah dinikmati oleh masyarakat Kota Semarang merupakan penyaluran yang bersumber dari CPP Gundih-Blora.

Baca juga:  Ajak Anak Muda Menekuni Batik

“Untuk pertama kalinya dulu, PGN berinovasi mengembangkan layanan gas bumi menggunakan CNG Tambak Aji di Semarang agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat gas bumi secara langsung. Setelah Semarang Timur, kini wilayah Kecamatan Semarang Barat sudah dapat ikut merasakannya,” papar Arif Kamis (5/11/2020).

Arif mengungkapkan, pemanfaatan gas untuk rumah tangga di Semarang ini sebagai bentuk komitmen PGN dalam melaksanakan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM. Tahun 2020 ini, Kementerian ESDM memberikan tugas kepada PGN melalui Kepmen ESDM No 85K/16/MEM/2020. Penugasan tersebut untuk melakukan pembangunan dan pengoperasian jaringan gas (jargas) untuk pelanggan dengan kategori rumah tangga dan pelanggan kecil. Semarang menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan alokasi pembangunan jargas sebanyak 6.706 SR, bersamaan dengan Kabupaten Blora sebanyak 4.019 SR.

Baca juga:  Ketua Pengadilan Tinggi Semarang Berpulang

Arif mengemukakan, penggunaan gas bumi lebih ekonomis. Jika dihitung konsumsi per bulan maka untuk satu rumah tangga rata-rata membutuhkan 15 meter kubik dengan tarif per kubik sebesar Rp 4.250, maka total penggunaan dalam satu bulan ialah sebanyak Rp 63.750.

Sementara itu, Agung Rochman Solichi, selaku Construction Area Superintenvent (CAS) PGN yang ditunjuk untuk melakukan pembangunan gas, bersama tim tak henti untuk memberikan edukasi terlebih dahulu kepada calon pelanggan. Biasanya, edukasi dilakukan sebelum sambungan jaringan gas menuju ke rumah tangga. “Bicara soal konstruksi penyaluran jaringan gas, tentu juga bicara tentang keamanannya. Perlu diketahui sejak dari metering and regulating station (MRS), sudah ada pengaman. Yakni Presure Safety Valve (PSV), didisain khusus untuk melepaskan tekanan berlebih yang ada di equipment dan sistem perpipaan pada jaringan gas,” terangnya.

Baca juga:  PLN Jateng-DIJ Siap Bebaskan Tagihan 5,3 Juta Pelanggan Listrik 450 VA

Kemudahan pembayaran juga menjadi fokus utama PGN, untuk memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan. Maka, untuk pembayaran gas dari PGN bisa melalui Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Pos Indonesia, Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi.  Pembayaran online disediakan melalui Gopay, Tokopedia, Dandan, dan Link Aja. Bagi masyarakat yang yang tidak terjangkau ATM, cabang bank, maupun minimarket, pembayaran dapat dilakukan melalui loket PPOB. Payment Point Online Bank ini merupakan semacam agen yang ditunjuk untuk bisa melakukan proses pembayaran tagihan gas. “PGN juga menyediakan contact center untuk seluruh wilayah di Indonesia apabila terjadi kendala, di nomor 1500-645,” kata Arif. (*/ton/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya