alexametrics

Hari Pertama Pameran, Transaksi Capai Rp 1,68 Miliar

Pemprov Bangun E Commerce Produk UKM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tingginya antusiasme pelaku UKM Jateng dalam mengikuti UKM Virtual Expo, mendorong Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk membentuk wadah e-commerce. Yakni, portal khusus penjualan produk UKM secara digital untuk memacu pertumbuhan UKM.

“UKM Virtual Expo baru digelar sehari, sudah ada transaksi Rp 1 miliar lebih. Artinya mau tidak mau, cara jualan produk UKM harus secara virtual,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di sela membuka UKM Virtual Expo di kantor Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Jateng, Minggu (25/10/2020).

Diakuinya, persoalannya saat ini, masih banyak pelaku UKM di Jateng yang belum melek dunia digital. Hal tersebut mendorong Pemprov Jateng untuk lebih giat melakukan pendampingan kepada pelaku UKM, khususnya dalam pemasaran produk secara virtual. Karenanya, perlu infrastruktur penjualan produk, berupa e commerce.
“Pernah ada yang mengeluh karena jualan menggunakan sistem digital handphone, pelaku UMKM mati. Makanya UKM harus terus beradaptasi agar melek digital,” ujarnya.

Selain itu, hingga saat ini masih banyak yang belum paham berkomunikasi dengan bahasa asing. Ada pelaku UKM yang saat expo direspon masyarakat luar negeri, namun tidak bisa berkomunikasi karena keterbatasan kemampuan bahasa asing. “Dengan transaksi penjualan yang sangat baik dan temuan berbagai permasalahan pada pembukaan expo pelaku UKM Jateng ini, ini semakin meyakinkan kami untuk membuka wadah e-commerce,” katanya.

Baca juga:  Lakukan Kurasi Produk Unggulan, BRI Hadirkan Kembali UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022

Nantinya pengelola e-commerce atau wadah penjualan produk UKM akan dikomandoi langsung oleh Pemprov Jateng. Pelaku UKM hanya menyetorkan data produk beserta harga.

Penyalurannya akan dilakukan oleh pengelola e commerce dari Pemprov Jateng. “Memang sudah memerlukan sebuah manajemen penjualan yang baik sehingga UKM bisa maju,” terangnya.
Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati menuturkan wadah penjualan produk UKM tersebut masih didiskusikan dengan tim dinas. Kendati begitu, pihaknya menyambut gembira. Pasalnya animo masyarakat terhadap UKM Virtual Expo sangat tinggi. Sangat disayangkan apabila keberhasilan dalam penjualan produk UMKM secara virtual ini diputus tengah jalan. “Karenanya ini nanti kami diskusikan supaya tidak putus sehingga ada wadah. Meski dinas tidak mencari provit, namun membantu menjualkan,” tuturnya.

Menurutnya, sejak bisa diakses pada 20 Oktober 2020 lalu, setidaknya sudah ada Rp 1,68 miliar transaksi melalui portal www.ukmvirtualexpo.com yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UMKM. Jumlah tersebut, belum termasuk transaksi pesanan.

“UKM Virtual Expo ini digelar 3 hari mulai 25-27 Oktober. Sasarannya adalah usaha mikro kecil, kalau yang menengah sudah terbiasa dengan teknologi maka yang kecil ini butuh kita dampingi,” kata Ema di Studio Mini UVO 2020, Aula Kantor Dinkop UKM Provinsi Jateng, Minggu (25/10).

Baca juga:  Bangun Kemandirian Kelompok Difabel

Ema mengatakan, pada awal diumumkan UKM Virtual Expo setidaknya ada 102 pengusaha mikro kecil yang turut serta dengan total produk yang dipasarkan sebanyak 400-an produk. Namun, hingga 24 Oktober kemarin jumlah produk yang dipamerkan sudah berkembang dua kali lipat yakni sebanyak 910 produk. Bahkan, penjualannya mencapai Rp 1,68 miliar.
“Itu yang serius beli. Jadi 400 produk awal itu sudah laku nilainya mencapai Rp 1,68 miliar. Itu belum yang transaksi order, dan totalnya sudah Rp 1,2 miliar. Sehingga total transaksi Rp 2,88 miliar,” tegas Ema.

Ema mengatakan, dari UKM Virtual Expo ini pembeli dari produk-produk yang dipamerkan bahkan sudah mencapai internasional. Mulai dari Turki, India, Singapura hingga Australia. “Untuk mendukung ini, kami akan melakukan launching kanal YouTube dengan nama Rumah Inspirasi Koperasi UKM atau Riku. Di situ nanti untuk bantu unboxing sampai bincang santai terkait dengan UKM,” tandas Ema.

Sebagai informasi, UKM Virtual Expo ini bertujuan untuk percepatan pemulihan perekonomian daerah, khususnya bagi koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUKM). UKM Virtual Expo akan diselenggarakan mulai 25-27 Oktober 2020 mendatang.

Beberapa fasilitas yang didapatkan bagi KUKM yang mengikuti UKM Virtual Expo ini, di antaranya seperti para peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti kegiatan ini dan berkesempatan untuk produk yang ditawarkannya dilihat oleh masyarakat di seluruh dunia.

Baca juga:  Optimistis Kota Pekalongan Semakin Baik

Sementara itu, bagi masyarakat yang turut bergabung dalam UKM Virtual Expo ini bisa mendapatkan free ongkir selama kegiatan berlangsung dan adanya pemberian doorprize.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga melakukan bincang bisnis dengan tema “Intervensi Pemprov Jateng kepada UMKM di Era Pandemic dan New Normal.” Ganjar berbincang dengan Helmy Yahya, Dirut Bank Jateng Supriyatno dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jateng, Sukowardoyo.

Di kesempatan itu, ada sesi khusus di mana Ganjar melakukan penjualan langsung secara online. Ganjar menjual produk UKM mulai dari kopi, jersey, gitar hingga lukisan.

Saat dipromosikan Ganjar, sejumlah produk langsung terjual. Bahkan, ada pembeli yang berasal dari Madiun dan Bekasi. Untuk mereka, Ganjar memberi gratis ongkir untuk pembelian kopi dan jersey bermotif lurik. “Gitar ini, buatan tangan dan terbuat dari kayu mahoni. Harganya Rp 500 ribu saja silahkan siapa mau beli,” kata Ganjar.

Tak disangka, Helmy Yahya yang duduk memperhatikan di sisi ruangan langsung mengacungkan tangan dan mengaku berniat membeli gitar tersebut. “Wah ini bagus, gitar buatan UMKM dibeli oleh Helmy Yahya. Saya kasih gratis Ongkir,” kelakar Ganjar. (ewb/kom/ida)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya