alexametrics

Kota Semarang Resmi Anggota Local Open Government Partnership

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kota Semarang resmi bergabung menjadi anggota Open Government Partnership (OGP) Lokal Tahun 2020. Kabar baik ini disampaikan Penjabat (Pjs) sementara Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto Senin (19/10/2020).

Alhamdulillah, berdasarkan email pemberitahuan dari OGP Local Team, Kota Semarang lolos menjadi salah satu anggota OGP Lokal,” tegas Tavip.

OGP merupakan inisiatif beberapa negara. Tujuannya mewujudkan pemerintahan yang terbuka, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan korupsi dan pemanfaatan teknologi dalam penguatan pemerintahan. “Untuk lolos menjadi anggota OGP lokal tidaklah mudah, karena harus melewati prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi,” imbuhnya.

Keberhasilan ini didapatkan setelah Pemerintah Kota Semarang bersama organisasi non-pemerintah dalam hal ini TII dan Pattiro memenuhi persyaratan seperti penyusunan Expression of Interest (EoI), dan Letter of Support (LoS). Kemudian OGP Local Team menilai beberapa kriteria seperti komitmen politik yang tinggi, rekam jejak yurisdiksi reformasi pemerintahan yang terbuka, serta kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Baca juga:  KRI dr Soeharso Bersandar sampai Suplai Oksigen Terpenuhi

Tak hanya itu saja, masuknya sebagai anggota OGP lokal juga tidak lepas dari respon cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19.”Kita tahu bahwa pandemi Covid-19 ini tak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan saja, namun juga sektor ekonomi dan sektor-sektor lain,” terang Tavip.

Berbagai upaya cepat yang telah dilakukan Pemerintah Kota Semarang antara lain dengan tidak memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) melainkan PKM (pembatasan kegiatan masyarakat). Di mana aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, namun dengan pembatasan-pembatasan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kemudian penyaluran bantuan sosial, transparansi dalam penyampaian informasi seputar Covid-19. Pemberian diskon pembayaran PBB tahun 2020, pembebasan denda PBB dari tahun 2015 sampai 2020, serta pendirian fasilitas layanan kesehatan tambahan untuk penanganan Covid-19.

Baca juga:  Buruh dan Polda Jateng Bahas Pelayanan BPJS bagi Pekerja

Dengan persyaratan dan kriteria yang ketat, lolosnya Pemerintah Kota Semarang menjadi salah satu anggota OGP lokal menjadi catatan tersendiri. Pasalnya, OGP lokal sebelum tahun 2020, anggotanya hanya berjumlah 20 di seluruh dunia. Seperti termuat dalam laman resminya, OGP berdiri sejak 2011. Sampai tahun 2020 (sebelum rekrutmen OGP lokal 2020) beranggotakan 79 negara dan 20 anggota lokal (pemerintah daerah).

Pemerintah Kota Semarang menjadi anggota kedua di Indonesia yang tergabung dalam OGP lokal, setelah Bojonegoro yang telah bergabung pada 2016. Setelah tergabung dalam OGP lokal, Pemerintah Kota Semarang berkewajiban menyusun rencana aksi yang dikreasikan dengan masyarakat sebagai komitmen nyata untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi publik di pemerintahan.

Baca juga:  Sediakan Guru dan Wifi Gratis

Dengan bergabung menjadi anggota Lokal OGP, Kota Semarang mendapatkan banyak keuntungan, seperti mendapatkan program pembelajaran online, bimbingan dalam bentuk program formal mentorship, dan manfaat lainnya. (bbs/zal/bas)

 

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya