alexametrics

Bupati Mirna: Cegah Covid-19 dengan Selalu Menjaga Wudu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Bupati Kendal Mirna Annisa akan menegakkan peraturan bupati (perbup) perihal penanganan Covid-19 secara tegas. Selain itu meminta warga dan santri untuk menjaga kebersihan diri dengan cara menjaga wudu.

Tindakan itu diambil lantaran semakin meluasnya penyebaran virus Korona. Selain itu mulai bermunculan klaster-klaster baru. Menurut Mirna, penyebaran Covid-19 di Kendal semakin masif. Maka perlu dilakukan edukasi, pengawasan, pembatasan dan penegakan perbup. Sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk menaati protokol kesehatan. “Sebenarnya semua kembali ke diri masyarakat. Untuk mematuhi atau menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi,” kata Mirna Senin (5/10/2020).

Perihal kegiatan masyarakat, menurutnya, tidak perlu sampai dilarang. Masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Yakni 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker. Pembatasan jumlah peserta dan tes suhu tubuh saat kegiatan masyarakat,” jelasnya.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, jumlah kasus positif Covid-19 di Kendal sudah mencapai 1.113 orang. Dari jumlah tersebut, 715 kasus dinyatakan sembuh, 55 kasus meninggal dan 343 kasus sisanya dalam perawatan. Baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri (isman).

Menurutnya, angka tersebut sangat tinggi sekali. Maka perlu ketegasan dari tim satgas untuk menegakkan perda. Dibantu dengan satgas desa dan kecamatan. Seperti hal sepele adalah penggunaan masker. “Sekarang ini masyarakat justru terkesan menyepelekan masker,” tuturnya.

Baca juga:  Kuatkan Pesisir Cemara Sewu dengan Rhizophora dan Bruguiera

Menurutnya, pencegahan Covid-19 adalah dengan menjaga kebersihan. Terlebih di Kendal sebagian besar adalah umat Islam. Makanya ia menyarankan untuk santri dan warga Kendal yang Islam menjalankan metode menjaga wudu. Sebab dengan wudu maka kebersihan diri akan terjaga.

Jadi menjaga wudu di sini, menurutnya, tidak hanya saat hendak ibadah salat saja. Tapi sepanjang hari saat akan beraktivitas maupun di saat batal wudunya karena sesuatu hal. “Jika batal, wudu lagi. Jadi selain bersih, sekaligus dapat pahala karena itu Sunnah Nabi Muhammad, SAW,” jelasnya.

Ia yakin, jika menjaga wudu ini dijalankan secara betul-betul, maka di Kendal kasus Covid bisa segera selesai. Terutama di kalangan pesantren yang beberapa pekan terakhir ini muncul dari klaster pesantren. “Lebih keren kalau warga Kendal ini semua menjaga wudu,” tambahnya.

Mirna memastikan meski ada kasus Covid di pesantren, ia tidak akan menutupnya. Karena penutupan tidak perlu dilakukan. “Logikanya, jika Pilkada aja terus jalan kok, masak kegiatan pesantren kita tutup. Padahal kegiatan pesantren itu menimba ilmu agama. Tapi tetap harus menggunakan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Baca juga:  Drone Racing, Lebih Seru dan Menantang

Kepala Dinkes Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan saat ini ada tiga pondok pesantren yang menjadi klaster Covid-19. Yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Selamat (Kecamatan Patebon), Ponpes Muhammadiyah Darul Arqom (Kecamatan Patean) dan Ponpes Roudhotu Usyaqil Qur’an, Desa Kertosari (Kecamatan Singorojo).

Masing-masing, Ponpes Modern Selamat ada 14 santri yang positif. Kemudian Ponpes Muhammadiyah Darul Arqom ada 50 santri dan Ponpes Roudhotu Usyaqil Qur’an ada 26 santri. “Untuk Ponpes Modern Selamat semua sudah sembuh dan Ponpes Muhammadiyah Darul Arqom empat santri dinyatakan sembuh,” kata Feri.

Ia berharap, para santri dan orang tua santri tidak perlu takut yang berlebihan. Tapi harus tetap menjalankan protokol kesehatan. “Pakai masker dan jaga jarak. Sebab ini untuk keamanan dan kesehatan bersama,” tuturnya.

Klaster Karaoke Pageruyung 7 Positif

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal menemukan kembali klaster Covid-19. Kali ini ditemukan di tempat hiburan Karaoke dan Rumah Makan Anjani, di Desa Pageruyung, Kecamatan Pageruyung.

Ada tujuh orang terpapar, terdiri dari pemilik karaoke berikut karyawannya. Penemuan diketahui setelah pemilik warung mengalami sakit. Setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Baitul Hikmah, ternyata hasil tes swab menunjukkan pemilik warung positif.

Baca juga:  Hotel Tentrem Ekspansi ke Alam Sutera

“Dari temuan tersebut, kemudian kami melakukan tracing dilanjutkan tes swab ke tempat karaoke tersebut. Ada 13 orang yang kami tes swab, tujuh orang diantaranya positif Covid-19,” kata Kepala Dinkes Kendal Ferinando Rad Bonay kemarin (5/10/2020).

Saat ini tujuh orang tersebut menjalani isolasi mandiri di tempat karaoke tersebut. Sedangkan untuk usaha karaoke sementara ini ditutup total. “Kemungkinan tertular dari sopir atau pengunjung karaoke yang masuk,” tandasnya.

Selain klaster karaoke Pageruyung, Dinkes juga menemukan klaster dari Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhotu Usyaqil Qur’an. Yakni dari santri yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Awalnya, santri dirawat di RS Permata Medika, Ngaliyan. Santri tersebut meninggal sebelum dilakukan swab. Jenazah santri tersebut dimakamkan seperti orang biasa. “Sehingga ada banyak orang yang datang melayat, memakamkan dan tahlilan,” tandansya.

Ternyata belakangan diketahui hasil tesnya positif. Dari hasil tersebut, kemudian dilakukan tes swab kepada warga sekitar rumah duka. Yakni dari hasil tracing ada 63 orang yang melakukan kontak langsung. Dari 63 orang tersebut, 40 orang sudah dilakukan tes swab. Hasilnya, 21 orang positif. “Sedangkan 23 orang sisanya, dilakukan tes swab hari ini. Hasilnya menunggu besok (hari ini, Red),” tambahnya. (adv/bud/ton/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya