alexametrics

Tabungan dan Gadai Emas Meningkat Selama Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selama pandemi, tren tabungan emas justru mengalami kenaikan. Berdasarkan data Pegadaian area Semarang, nilai outstanding loan (OSL) berhasil disumbangkan Rp 3,8 miliar dari tabungan emas. Transaksi gadai emas di Bank Mandiri Syariah juga meningkat signifikan.

Kepala Departemen Produk Gadai Pegadaian area Semarang Eko Danarto jumlah rekening nasabah maupun jumlah saldo menunjukkan tren naik. Peningkatan transaksi tabungan emas terjadi karena adanya kenaikan harga emas yang cukup signifikan. Sehingga masyarakat tertarik untuk berinvestasi emas. “Bahkan banyak dari kalangan menengah ke atas yang memindahkan depositonya ke dalam tabungan emas,” ungkapnya Rabu (30/9/2020)

Tiap bulan, rata-rata terjadi penambahan transaksi sebanyak 2.000 rekening. “Justru selama rentang Januari-Agustus bertambah. Di September ini, tercatat penambahan jumlah transaksi sebanyak 6.000 rekening,”imbuhnya.

Baca juga:  Relaksasi PPnBM DTP 100 Persen Layak Dilanjutkan

Banyak faktor yang memengaruhi penambahan jumlah rekening. Ia mencontohkan, di September banyak transaksi tabungan emas yang berasal dari instansi sekolah dan komunitas. Rata-rata nasabah biasa menabung pada kisaran nominal Rp 50 – 250 ribu. Itu pada setiap transaksinya. Namun, ada saja nasabah yang menabung dengan Rp 10 ribu. “Berdasarkan data, transaksi tabungan emas di Pegadaian Area Semarang menyumbangkan pendapatan kurang lebih sebanyak Rp 3,8 miliar,”jelasnya.

Sementara itu, transaksi gadai emas di Bank Syariah Mandiri mengalami kenaikan 20 kali lipat dibandingkan kondisi sebelum pandemi. Regional CEO Bank Mandiri Syariah RO V Semarang Iman Himawan Ridwan mengatakan, kenaikan transaksi gadai emas ini terjadi karena banyak nasabah yang membutuhkan uang tunai karena terimbas pandemi.

Baca juga:  KPU Kabupaten Semarang Coret 36.186 Warga

Sektor bisnis membuat kondisi nasabah mengalami keterpurukan. Misalnya kehilangan pekerjaan, atau juga pengurangan pendapatan. “Selama masa pandemi ini,  kenaikan transaksi juga dialami layanan cicil emas dari para pegawai ASN dan BUMN, sebab selama ini mereka masih memanfaatkan layanan cicil emas ini,”jelasnya ketika temu media secara virtual.

Meski transaksi gadai emas mengalami kenaikan, ada juga sektor transaksi di Bank Syariah Mandiri yang mengalami penurunan. Misalnya adalah transaksi penukaran mata uang Arab, yang mengalami penurunan sebesar 32 persen. “Ini karena layanan umrah masih belum bisa dilakukan, transaksi ini mengalami penurunan sampai 32 persen,” ucapnya. (avi/den/ton/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya