alexametrics

Manulife Donasi Rp 3,5 M untuk Pekerja Medis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mendonasikan alat pelindung diri (APD) dan unit komputer senilai Rp 3,5 miliar untuk tenaga medis. Bahkan, jumlah itu masih akan bertambah lagi sampai akhir Juli nanti.

Direktur and Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita J Rumngangun mengatakan, donasi sebesar itu terkumpul dari partisipasi nasabah Manulife Indonesia. Yakni, lewat program satu produk satu APD, untuk membantu para pekerja medis mengatasi covid-19 di negeri ini. Program tersebut dimulai sejak 2 Juni 2020 hingga akhir Juli 2020 nanti. Diperkirakan pada akhir Juli 2020 akan terkumpul 5.000 APD.

“Program tersebut untuk merespons kebutuhan APD dan melihat peran penting para pekerja medis dalam mengatasi covid-19 di Indonesia. Maka, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) tergerak ikut menyediakan APD bagi tenaga kesehatan,” jelasnya.

Setelah donasi terkumpul semua, imbuhnya, APD tersebut akan dibagikan ke berbagai rumah sakit di Jabodetabek. Selain APD, Manulife juga memberikan donasi 350 unit komputer kepada sekitar 180 fasilitas kesehatan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Komputer ini akan digunakan untuk pendataan administrasi dan pengunaan alat-alat kesehatan yang memerlukan komputer.

Baca juga:  TMMD Sasar Sepuluh RTLH

“Ini merupakan bentuk konkret pelayanan Manulife terhadap Indonesia. Apalagi saat ini, pemerintah sedang berusaha mengatasi pandemi Covid-19. Karena itu, sudah sepatutnya Manulife yang tahun ini genap 35 tahun berada di Indonesia juga ikut berpartisipasi menanggulangi Covid-19 dari Indonesia,” tandasnya.

Program satu produk satu APD ini ternyata mendapat respons yang positif dari para agen dan nasabah Manulife. Mereka salut kepada Manulife karena peduli terhadap sesama, yaitu tenaga medis.

Lydia Pakpahan, salah satu nasabah Manulife mengungkapkan, ia merasa senang bisa membantu tenaga medis melalui pembelian produk Manulife Lifestyle Protector (MLP).

Komitmen Manulife Indonesia kepada nasabah juga terlihat dari pembayaran klaim covid-19. Hingga 13 Juli 2020, Manulife telah membayar klaim terkait covid-19 sebesar Rp 20.442.587.045. Sedangkan, selama 5 tahun terakhir, Manulife Indonesia membayarkan klaim senilai Rp 30,3 triliun atau setara dengan Rp 83 miliar per hari atau Rp 3,5 miliar per jam mencakup klaim individu, grup, dan pensiun.

Baca juga:  Permudah Pembayaran, LinkAja Kolaborasi dengan JNE

Sementara itu, klaim terbesar yang pernah dibayarkan Manulife Indonesia terjadi pada 2019, di mana klaim uang pertanggungan untuk seorang nasabah yang dibayarkan sebesar USD 4.045.523. Memasuki 35 tahun beroperasi di Indonesia tahun ini, Manulife telah melayani lebih dari 2 juta nasabah.

Sementara itu, program Manulife tersebut selaras dengan imbauan Presiden Joko Widodo belum lama. Presiden meminta para pejabat terkait untuk memperhatikan pasokan dan distribusi APD. Hal ini terkait keluhan para pekerja medis di berbagai daerah mengenai minimnya ketersediaan APD. Kondisi tersebut membuat para pekerja medis rentan terinfeksi virus covid-19.

Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Halim Malik menyebutkan, hingga awal Juli 2020 tercatat 60 orang dokter yang meninggal karena Covid-19. Sedangkan data Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyebutkan, hingga 23 Juni 2020 terdapat 30 perawat yang meninggal dunia.

Baca juga:  Warga Trimulyo Sebut Banjir Kali Ini Terparah

Menurut Wakil Ketua Umum PB IDI dr Adib Khumaidi, tingkat kematian tenaga kesehatan akibat Covid-19 di Indonesia adalah yang tertinggi Asia Tenggara, bahkan di dunia. Dikatakan, di negara-negara lain angka kematian tenaga medis sekitar 1 persen, sedangkan di Indonesia berkisar 5-6 persen. “Salah satu penyebabnya karena terbatasnya APD bagi para tenaga medis saat bertugas,” katanya.

Kementerian Kesehatan pada April 2020 lalu memperkirakan Indonesia membutuhkan sedikitnya 8 juta APD untuk para pekerja medis. Namun, kemampuan pemerintah terbatas mengingat penerimaan negara selama pandemi ini juga ikut tergerus. (bis/aro/ida/bas)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya