alexametrics

Pertashop Pertamina Tersebar di 68 Desa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pertamina telah berhasil mendirikan 68 unit Pertashop yang tersebar di 68 desa di wilayah Jateng dan DI Jogjakarta per Juli 2020. Pertashop merupakan lembaga penyalur resmi energi produksi Pertamina dengan skala kecil.

Pjs General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) Rahman Pramono Wibowo menjelaskan 62 unit Pertashop di wilayah Jawa Tengah dan 6 unit Pertashop di DI Jogjakarta.

Beberapa desa di Jawa Tengah meliputi Desa Talang, Kabupaten Tegal; Desa Kalirejo, Kabupaten Pekalongan; Desa Limpakuwus, Kabupaten Banyumas; Desa Punggelan, Kabupaten Banjarnegara; dan Desa Selokarto, Kabupaten Batang. Sementara itu untuk wilayah DI Jogjakarta tersebar di Desa Umbulharjo Kabupaten Sleman; Desa Girimulyo, Kabupaten Gunung Kidul; serta beberapa wilayah lainnya.

Baca juga:  Marimas Gandeng Prigel Produksi Kaos Limited Edition

“Jumlah ketersediaan Pertashop di desa-desa akan terus bertambah seiring ketersediaan perangkat dan kesiapan lokasi desa yang dituju untuk didirikan Pertashop,” kata Pramono.

Dia jelaskan, Pertamina telah mengusung program “One Village One Outlet (OVOO)” dalam menjamin ketersediaan energi hingga daerah-daerah pelosok melalui Pertashop. “Targetnya ke depan, Pertashop ada di tiap kecamatan di seluruh Indonesia, khusunya di Provinsi Jawa Tengah dan DI Jogjakarta,” tandasnya.

Kendati dioperasikan di tengah desa, Pramono meyakinkan Pertashop yang dijalankan Pertamina telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan atau HSSE (Health, Safety, Security & Environment). “Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur produk Pertamina yang legal atau memiliki izin resmi dari Pertamina selain SPBU. Kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk mendapatkan produk BBM dan LPG di lembaga penyalur resmi Pertamina,” imbuhnya.

Baca juga:  Deadline Tinggal Sebulan, Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu Dikebut

Sementara itu, Pertamina bersama pemerintah berkomitmen meratakan penyaluran energi seperti BBM dan LPG kepada masyarakat khususnya di wilayah pelosok. “Kami membuka peluang kerjasama bagi pemerintah daerah maupun pihak lainnya yang tertarik menjalankan usaha Pertashop,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, saat ini Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond). Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina akan mengembangkan dua skema kerjasama yakni skema investasi oleh Pertamina dan skema investasi oleh lembaga di desa. “Kedua skema tersebut ditawarkan Pertamina kepada mitra, baik lembaga desa maupun pihak lain atas persetujuan pemerintah daerah,” tambah Pramono.

Baca juga:  Genangan Rob Capai 50 Sentimeter, Tiap Hari Bersihkan Rumah dari Lumpur

Bagi pelanggan dan konsumen yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputar Pertashop maupun layanan Pertamina lainnya, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135 atau melalui website Pertamina.

Ditegaskan pula, dalam wujud komitmen mendukung program pemerataan energi di pelosok negeri PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mengimplementasikan hasil Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Februari yang lalu. Kerjasama tersebut berupa perluasan penyaluran BBM dan LPG melalui pembangunan Pertashop di desa-desa yang berada di wilayah NKRI, khususnya yang belum terjangkau lembaga penyalur atau layanan produk Pertamina yaitu SPBU. (tya/bis/ida/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya