Isuzu Dukung Penerapan Standar Emisi Euro 4

175
Mekanik sedang melakukan uji emisi di bengkel resmi Astra Isuzu International di Sunter, Jakarta, Selasa (14/7/2020). (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu meminta para menteri terkait agar segera menuntaskan regulasi soal penurunan emisi gas rumah kaca. Hal ini terkait komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 26 persen pada 2020 dan naik menjadi 29 persen pada 2030 sesuai konvensi perubahan iklim yang telah diratifikasi Indonesia.

Itulah mengapa pemerintah mengharuskan kendaraan menerapkan standar emisi Euro 4 dan pengembangan bio diesel 30 persen (B30) yang diresmikan presiden akhir tahun lalu.  Standar Euro 4 mensyaratkan RON minimal 92 dan kandungan sulfur maksimum 50 ppm. Dengan demikian BBM lebih berkualitas dan efisien. Keuntungan lainnya adalah kualitas udara semakin baik yang berkontribusi positif bagi kesehatan masyarakat.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindusrian (Kemperin) Putu Juli Ardika baru-baru ini mengatakan, penerapan Euro 4 akan berdampak positif bagi industri otomotif. Dia menjelaskan, saat ini mayoritas negara lain sudah menggunakan standar Euro 4. “Jadi, jika Indonesia memakai standar yang sama, maka pabrikan di Indonesia dapat mengekspor kendaraan secara efisien lewat satu jalur produksi. Sehingga, pabrikan otomotif Indonesia akan berdaya saing kuat di pasar global,” katanya.

Sebelumnya,  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap industri otomotif mendukung program pemerintah, termasuk penerapan Euro 4 dan B30. Penerapan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan berbahan bakar solar di Indonesia sedianya dilaksanakan pada April 2021. Namun karena adanya pandemi Covid-19, maka ditunda hingga April 2022.

CEO JNE Muhammad Feriadi menyatakan, sebagai pelaku industri jasa logistik yang menggunakan alat transportasi, pihaknya selalu mendukung kebijakan pemerintah. Dia meyakini aturan yang diambil pemerintah ini tentu demi kebaikan semua, terlebih untuk mengurangi polusi udara.

Feriadi mengatakan, implementasi Euro 4 tentu akan berdampak pada belanja modal perusahaan ke depan. Meskipun demikian, ia menjamin pihaknya akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengatakan, sebagai salah satu produsen mobil komersial, pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah soal penerapan standar emisi Euro 4. Apalagi Isuzu sendiri sejak 2011 sudah menggunakan teknologi common rail yang kompatibel dengan BBM solar Euro 4. Tahun lalu, papar Ernando, Isuzu juga telah menggunakan teknologi common rail untuk Isuzu Elf.

Meskipun demikian, ia mengakui, bahwa penerapan Euro 4 dan bio diesel 30 (B30) dalam waktu bersamaan merupakan tantangan tersendiri bagi produsen dalam memproduksi mobil yang kompatibel. Karena itu, sejak pemerintah memutuskan menerapkan Euro 4 dan B30 secara bersamaan, pihaknya langsung bekerja sama dengan prinsipal di Jepang untuk mempersiapkan produk yang mampu mengakomodasi Euro 4 dan B30. “Untuk saat ini, kami sudah siap mengimplementasi keduanya secara bersamaan,” tegas Ernando.

Dikatakan, menghadapi berbagai tantangan tersebut, dibutuhkan inovasi baru yang mampu menyeimbangkan antara bisnis dan kesehatan. Selain itu, sebagai produsen, pihaknya juga berusaha mengurangi beban biaya pengusaha logistik dan transporter. Salah satu dengan Isuzu link yang dapat membantu konsumen menggunakan mobil dengan lebih efektif dan efisien. “Dengan Isuzu link konsumen dapat mengetahui posisi kendaraannya, cara mengemudi sopirnya sudah baik atau belum, kapan kendaraan harus diservis, dan sebagainya,” bebernya. (bis/aro/bas)





Tinggalkan Balasan