Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Ponpes Askhabul Kahfi Siap Jalani New Normal

202
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi, KH. Masruchan Bisri dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis usai melaunching “Pesantren Siaga Candi Hebat. (Sulistiono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pondok Pesantren (Ponpes) Askhabul Kahfi, Mijen, Kota Semarang, bersiap memulai tahun ajaran baru di era new normal dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan Pondok.Pelaksanaan New Normal dilingkungan Ponpes, yang berlokasi di kawasan Mijen, Kota Semarang itu di tandai dengan launching Pesantren Siaga Candi Hebat oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis, S.I.K,MH.

“Dengan launching pesantren Siaga Candi Hebat ini, maka seluruh santri yang ada di lingkungan pondok wajib menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu tubuh saat masuk pondok, pakai masker, cuci tangan sampai jaga jarak,” kata Kapolrestabes Semarang,saat acara launching, Kamis (9/7/2020).

Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi, KH Nadlirin,S.Pd, M.Pd menyambut baik pelaksanaan Pesantren Siaga Candi Hebat ini, sebagai upaya bersama dalam memutus mata rantai Covid 19.

“Kami sangat berbahagia atas dukungan Polrestabes Semarang dan jajarannya, membantu pondok kami dalam penanggulangan Covid 19 di lingkungan pondok,” tutur KH Nadlirin.

Pelaksanaan protokol kesehatan sendiri, menurut Lurah Ponpes Askhabul Kahfi, Muhamad Riksa Sahputra, sudah dilaksanakan pihaknya sejak Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam menyambut new normal.

“Kami langsung terapkan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari pengecekan suhu tubuh saat masuk lingkungan pondok, memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut pondok,” ungkap Riksa.

Bahkan dalam penerapan jaga jarak dilingkungan Pondok, pihaknya juga mengurangi tempat belajar di ruang kelas.“Kalau sebelum adanya covid 19,satau kelas di isi 30 meja belajar untuk 30 siswa, maka sekarang kita kurangi menjadi 15 siswa dalam satu kelas, selain itu juga kami menyediakan ruang isolasi mandiri,tapi mudah-mudahan tidak terpakai,” tandasnya.

Pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan Ponpes Askhabul Kahfi disambut gembira oleh Surono, warga Gubug, salah satu orang tua santri, yang tengah mengantarkan putrinya kembali ke pondok setelah libur akibat pandemi.“Tentu senang dan semakin lega, dengan begitu anak kami Insya Allah aman dari korona serta nyaman belajar di pondok pesantren Askhabul Kahfi,” tuturnya. (sls/bas)
















Tinggalkan Balasan