Sektor Ekspedisi Tetap Tumbuh Selama Pandemi

337
Truk Isuzu Elf mengangkut logistik saat melintas di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (7/7/2020). Pelan tapi pasti sektor logistik dan jasa kurir kini mulai tumbuh di masa Pandemi Covid-19. Pertumbuhan ini secara perlahan ikut meningkatkan penjualan kendaraan komersial. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi Covid-19 yang belum mereda telah menempatkan perekonomian Indonesia di ambang resesi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, kontraksi ekonomi pada kuartal kedua tahun ini diprediksi cukup dalam. Sehingga pemerintah mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi dari 2,3 persen menjadi minus 0,4 persen hingga 1 persen pada akhir 2020.

Kontraksi ekonomi tercermin dari lesunya kegiatan bisnis. Kendati sudah mulai beraktivitas, tetapi roda perekonomian bergerak tertatih-tatih. Sebagian malah mati suri. Meskipun begitu, ada sejumlah sektor usaha yang justru bertumbuh. Contohnya bisnis e-commerce, bisnis penjualan makanan dan minuman, serta ekspedisi dan kurir.

Tumbuhnya sektor-sektor itu berimbas pula pada sektor lainnya seperti otomotif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) year to date Mei 2019-Mei 2020, Isuzu Giga tercatat tumbuh 3,6 persen, namun volume penjualannya minus 45,4 persen.

Untuk Isuzu Elf, market share-nya naik 1,5 persen, namun penjualannya minus 29,8 persen. Sedangkan Isuzu Traga membukukan market share 9,9 persen, tetapi penjualannya minus 9,6 persen. Padahal, total pasar kendaraan komersial pada periode yang sama melemah minus 37,5 persen. Di mana pada Mei 2019 tercatat penjualan sebanyak 97.484 unit, dan pada Mei 2020 tercatat sebanyak 60.963 unit.

General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengakui, industri otomotif termasuk salah satu yang mengalami penurunan penjualan saat pandemi Covid-19. Meski begitu, pasar kendaraan komersial masih cukup menjanjikan karena adanya pertumbuhan positif di sejumlah sektor bisnis pada saat pandemi. Contohnya, sektor logistik dan kurir.

“Kami yakin penjualan kendaraan komersial akan membaik walaupun untuk menyamai tahun lalu cukup berat,” paparnya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) M Feriadi meminta seluruh anggotanya tetap optimistis dan melakukan kesiapsiagaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima.

Selain itu, Asperindo juga selalu berkomunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementrian Kominfo, dan para stakeholder pemerintah lainnya. “Tujuannya agar kami dapat berperan aktif dan ikut berjuang di masa new normal. Kami yakin dan mempersiapkan diri agar industri kami tetap menjadi backbone  melawan Covid-19, khususnya di penyediaan layanan pengiriman yang prima,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, meski sudah memasuki era new normal, kegiatan logistik belum akan pulih seperti sedia kala. Pasalnya,  bisnis logistik telah mengalami penurunan yang sangat tajam yakni hingga 80 persen selama masa pandemi. “Sejak Januari sudah terasa, bahkan sejak Maret hampir tidak ada aktivitas. Tapi, sekarang mulai bergerak,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini dunia usaha masih berupaya menghabiskan stok yang ada, dan tidak terjual selama masa pandemi berlangsung 3-4 bulan terakhir. Demikian juga berbagai sektor usaha yang terkait di dalamnya.”Barang-barang yang ada di gudang banyak yang tidak bergerak. Kemungkinan kegiatan logistik baru mulai aktif lagi setelah 1-2 bulan penerapan new normal atau sekitar Agustus,” sebutnya. (bis/aro/bas)
















Tinggalkan Balasan