Masuk Zona Kuning, Temanggung Sudah Mulai Buka Pariwisata

Petugas memberikan terapi pada warga yang dikarantina di BLK Temanggung. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kabupaten Temanggung kini telah masuk zona kuning penilaian penanganan Covid-19 dengan skor 2,7. Terlebih masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) tahap dua juga sudah berakhir. Untuk itu, sejumlah tempat pariwisata dan kegiatan masyarakat lainnya mulai diizinkan buka kembali.

Namun demikian kegiatan masyarakat dan pariwisata tetap harus memberlakukan protokol kesehatan. “Untuk kebijakan pengendalian kegiatan masyarakat sendiri untuk teknisnya baru kita susun regulasinya. Mungkin besok sudah bisa disampaikan. Tentang kegiatan-kegiatan apa saja di masyarakat yang mulai diperbolehkan, tentang pengaturan-pengaturannya seperti apa saja,” ungkap juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijayanto.

Menurutnya ada zona kuning didapatkan setelah dilakukan penilaian kesehatan dengan indikator penilaian epidemiologi, surveilans kesehatan dan pelayanan kesehatan. “Skor ini bisa kita hitung dari teman-teman kesehatan dengan kesimpulan adalah zona merah itu zona risiko tinggi poinnya lebih kecil dari 1. Zona risiko sedang warnanya oranye ini 1,9 sampai 2,4 kemudian, zona kuning risiko rendah 2,5 sampai dengan 3. Zona hijau tidak terdampak ini berarti lebih besar dari 3 atau tidak ada,” bebernya.

Dengan indikator penilaian tersebut pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat sehingga Kabupaten Temanggung masuk ke dalam zona hijau. “Sampai 6 Juli, kita masih ada zona merah di tiga titik yakni di Temanggung, Bulu dan Ngadirejo. Satu oranye di Kandangan, yang lainnya sudah mulai hijau. Kami benar-benar menghargai kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terkait penanganan Covid ini,” terangnya.

Saat ini pihaknya sudah mulai memperbolehkan pasar tradisional dan modern untuk buka seperti biasa tanpa ada pembatasan jam buka. Namun, untuk pengendalian penularan virus tetap harus menggunakan protokol Covid-19.

“Tetap harus ada tempat cuci tangan, hand sanitizer pakai masker. Termasuk pasar-pasar tradisional juga seperti itu. Berdasarkan pengalaman kemarin ketika tes rapid banyak episentrum berada di pasar. Maka kami mengimbau kepada masyarakat utamanya yang ke pasar agar bisa menjaga diri, menggunakan masker. Jauhi kerumunan kemudian cuci tangan,” pesannya.

Sedangkan terkait dengan kegiatan masyarakat seperti olahraga, pariwisata, hajatan, pengajian sudah diperbolehkankan namun panitia atau tim yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut harus mempersiapkan protokol kesehatan.

“Seperti pariwisata pengelolaannya juga harus memperhatikan protokol kesehatannya. Jika pengunjungnya banyak bisa gantian masuk, diatur terkait dengan kerapatannya,” jelasnya.

Sedangkan untuk acara syukuran pengantin pihaknya juga meminta panitia atau pemilik hajat untuk mengatur datangnya para tamu. “Jika jumlah tamu undangannya 1.000 orang, kalau bisa ya dibatasi jamnya. Jadi tidak langsung datang bersama-sama. Ini pentingnya pengendalian masyarakat. Jadi panitia benar-benar akan mengendalikan kegiatan agar penyebarannya tidak merata,” tegasnya. (tbh/lis/bas)





Tinggalkan Balasan