Gembira, Imun Terbaik untuk Masyarakat

218
Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE berdialog dengan warga yang berhak menerima bansos uang tunai, Senin (29/6/2020). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan ingin memastikan bahwa bantuan yang diserahkan tepat kepada warga yang membutuhkan. Untuk itu, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz SE rutin meninjau pembagian bantuan. Kali ini dilakukan di Kelurahan Tirto, Bandengan, Setono, dan Kuripan Yosorejo. “Kalau mereka dapat bantuan semoga gembira, dengan gembira ria akan  membuat imun mereka semakin meningkat dan tidak terkena penyakit,” ucap Saelay dengan ceria, Senin (29/6/2020).

Usai memantau, Saelany mengungkapkan bahwa janji Pemerintah Kota Pekalongan untuk memberikan bantuan ke seluruh masyarakat yang membutuhkan akhirnya bisa terpenuhi. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 600 ribu untuk hampir 14 ribu KK. “Harapan kami semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya serta dapat meringankan beban masyarakat,” ungkapnya lagi.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan Ir Budiyanto MPi MHum menambahkan, Pemkot Pekalongan telah mengolah data penerima bantuan Covid-19, baik yang dari Pemerintah Pusat, Jaringan Pengaman Sosial (JPS) dari Provinsi Jawa Tengah, dan Kota Pekalongan. Disesuaikan agar tak tumpang tindih, dan yang berhak bisa dapat. Dinsos-P2KB Kota Pekalongan saat ini sudah pakai aplikasi sederhana, sehingga data yang diserahkan semakin valid.

Hal tersebut berawal dari, ada kurang lebih 7.010 KK warga setempat yang mengembalikan dana bansos. Sehingga data penerima kembali diolah. Yang mana membuat kurang lebih 14 ribu KK di Kota Pekalongan dengan sadar mengembalikan bantuan JPS Covid-19. “Mulai dari bantuan yang telah dikembalikan ini, kami bagikan kembali ke masyarakat Kota Pekalongan yang belum mendapatkan bantuan apapun dan ekonominya lemah,” ucapnya semangat.

Diungkapkan, dari 99 ribu KK di Kota Pekalongan, sebanyak 81 ribu KK yang berhak dapat bantuan akhirnya bisa dapat. Baik yang dari bantuan dari pemerintah pusat atau provinsi atau Kota Pekalongan. Sehingga total kini 82% penduduk Kota Pekalongan menerima bantuan. Sebanyak 18% sisanya yakni ASN, pensiunan TNI, Polri, pegawai BUMN, dan BUMD serta masyarakat mampu tidak mendapat bantuan.

“Kini semua lini yang membutuhkan bantuan akhirnya sudah dapat. Untuk data KK baru yang mendapat bantuan ini kami sesuai dengan mekanisme, bersumber dari RT diserahkan ke kelurahan kemudian ke Dinsos-P2KB, kemudian kami validasi lagi, apakah yang bersangkutan sudah dapat atau benar-benar mampu,” jelas Budiyanto. (han/kom/lis/bas)





Tinggalkan Balasan