Bangkitan Perekonomian, Pertamina Gandeng 31 UMKM Salurkan Bright Gas

402
Melalui program “Pinky Movement”, Pertamina berupaya bangkitan UMKM dari keterpurukan dengan ikut menyalurkan ELPIJI non Susidi. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang –  Pertamina mengandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) dalam  mengoptimalkan penyaluran Elpiji non subsidi. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan UMKM dari keterpurukan.

Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Rahman Pramono Wibowo, Senin (29/6/2020) kemarin mengatakan, pada tahap awal PT Pertamina (Persero) mengandeng 31 pelaku UMKM di wilayah Boyolali untuk menyalurkan Elpiji non subsidi dengan program ‘Pinky Movement’ yang merupakan modifikasi dari program kemitraan BUMN. Total nilai penyaluran Program  Rp 2.455.000.000.

“Pinky Movement ini memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM bersinergi dengan Pertamina untuk menyalurkan Elpiji non subsidi yaitu bright gas. para pelaku UMKM ini adalah mereka yang kesehariannya tidak lepas dari penggunaan bahan bakar Elpiji baik itu penjual atau pangkalan Elpiji ataupun usaha-usaha seperti kuliner yang menggunakan Elpiji sebagai bahan bakarnya,” ujar Rahman.

Selain itu, Rahman menambahkan,tujuan lain dari program ini adalah mengedukasi pelaku UMKM dan masyarakat agar penyaluran Elpiji menjadi tepat sasaran. “Selama ini masih banyak para pelaku usaha maupun masyarakat yang belum paham terkait perbedaan dan peruntukkan Elpiji subsidi dan non subsidi. Elpiji 3 kg tabung hijau yang merupakan program subsidi pemerintah masih sering kita jumpai digunakan oleh masyarakat mampu. Sehingga Melalui program Pinky Movement kami sekaligus mengedukasi terkait hal tersebut agar penyaluran Elpiji tepat sasaran,” ungkapnya.

Pertamina MOR IV menargetkan penyaluran program kemitraan pada tahun 2020 mencapai  Rp 18.000.000.000. Pada tahun 2019 Pertamina MOR IV berhasil menyalurkan program kemitraan nanti atau Rp. 31.000.000.000 dengan jumlah 500 mitra binaan UMKM yang tersebar di wilayah Jateng DIJ.

“Jumlah dan nilai tersebut tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Sesuai amanat dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahwa selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, seluruh BUMN akan mengoptimalkan penyaluran program kemitraan untuk membantu para pelaku UMKM agar bangkit kembali. Program pinky movement merupakan salah satu cara dari Pertamina untuk mencapai tujuan dari kementerian BUMN tersebut,” tutup Rahman.

Muhammad Fahrudin selaku salah satu pengaju program kemitraan (program pinky movement) di wilayah Boyolali mengungkapkan bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya program kemitraan ini. Sebagai pelaku usaha peternakan ayam dirinya mengharuskan untuk menggunakan Elpiji Non Subsidi.

“Program Kemitraan dari pertamina ini sangat membantu umkm untuk dapat terus menjalankan usahanya dengan biaya pinjaman murah yang hanya tiga persen dalam satu tahun, terutama saat ini ketika semua sektor usaha terdampak pandemi,” jelas Fahrudin. (tya/bas)





Tinggalkan Balasan