alexametrics

Gelar 51 Ribu Tes PCR dan 80 Ribu Rapid Test

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus mengebut proses tracing wabah covid-19 dengan cara pengecekan masal. Meski hal itu membuat grafik positif covid-19 di provinsi ini meningkat, namun cara itu dinilai tepat untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi ini.

Hingga Jumat (26/6/2020), Provinsi Jateng sudah melakukan tes PCR sebanyak 51.000 spesimen. Dari total itu, sebanyak 3.414 orang dinyatakan positif. “Kami juga telah menggelar pengecekan dengan rapid test sebanyak 80.000 orang. Hasilnya masih kami tunggu, karena yang relatif langsung kami lakukan tes PCR,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng Yulianto Prabowo.

Yulianto menerangkan, hingga saat ini jumlah kasus positif covid-19 di Jateng mencapai 3.552 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 8.445 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 48.767. “Kami akan terus berupaya melakukan tracing agar dapat dilakukan treatment yang lebih cepat,” tuturnya.

Baca juga:  JEC Eye Hospitals and Clinics Terima Penghargaan dari JCI

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, upaya tracing dengan pengecekan masal memang sudah menjadi perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi lanjut Ganjar memerintahkan agar pengecekan masal menggunakan rapid test diperbanyak. “Maka kami menindaklanjuti perintah itu dengan menggelar rapid test masal. Bahkan di beberapa daerah seperti Kota Semarang, tidak hanya rapid test tapi langsung swab test,” kata Ganjar.

Ganjar meminta seluruh kepala daerah di Jateng getol menggelar pengecekan masal covid-19. Bupati/wali kota, lanjut dia, tidak perlu takut apabila akibat tracing masal itu, jumlah kasus positifnya menjadi meningkat.

“Lebih baik meningkat karena memang dilakukan tracing, daripada terlihat landai tapi tidak dilakukan tindakan apa-apa. Seluruh bupati/wali kota di Jateng saya minta terus meningkatkan pengecekan masal itu, agar upaya percepatan penanganan covid-19 bisa tercapai,” tutupnya. (ewb/lhr/ida/bas)

Baca juga:  Mayat Bayi Dikubur di Bekas Kampus, Diduga Hasil Hubungan Gelap

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya