alexametrics

Gerak Cepat Putus Rantai Penyebaran Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Bupati Kendal Mirna Annisa terus bergerak cepat untuk melakukan penanganan Covid-19 di Kendal. Mulai dari menyalurkan dan membagikan bantuan kepada warga terdampak sampai pencegahan dan penangan terhadap pasien yang positif Covid-19. Hingga Minggu (21/6/2020), Pemkab Kendal telah menutup sementara dua pasar di Kaliwungu. Yakni Pasar Pagi Kaliwungu dan Pasar Gladak. Larangan operasional dua pasar tersebut lantaran ditemukan pedagang yang positif Covid-19.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, penutupan dua pasar tersebut dilakukan tiga hari.  Penutupan dilakukan untuk memutus rantai penularan. Selama penutupan, dua pasar tersebut akan dilakukan sterilisasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kendal dengan penyemprotan cairan disinfektan.

Nantinya setelah tiga hari penutupan, pedagang bisa kembali berdagang. Namun dengan pengawasan yang ketat. Pedagang dan pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan membawa hand sanitizer ataupun cuci tangan saat akan masuk maupun keluar pasar. “Kami akan awasi, agar tidak kecolongan lagi. Dalam arti kami melakukan pencegahan agar pasien positif Covid-19 tidak bertambah lagi. Sehingga masyarakat Kendal bisa beraktivitas normal kembali,” tuturnya.

Baca juga:  Pendapatan Pajak Restoran Bermasalah, Ini Penyebabnya

Mulai Senin (22/6) ini, Bupati Mirna juga akan mulai memberlakukan sanksi sosial bagi masyarakat yang tidak mematuhi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) maupun protokol kesehatan. “Khusus di pasar, pengunjung dan pedagang wajib masker. Jika tidak memakai masker maka tidak boleh masuk pasar dan akan kami kenakan sanksi untuk melakukan bersih-bersih lingkungan sepanjang 200 meter,” katanya.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kendal juga akan melakukan tracking (melacak) kepada orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien Covid-19 ini.  “Mereka akan kami lakukan rapid test. Jika reaktif akan kami lanjutkan dengan swab test,” tandasnya. 

Seluruh pedagang di dua pasar tersebut juga akan dilakukan rapid test. “Sampling pengunjung pasar juga akan kami lakukan rapid test,” tandasnya.

Baca juga:  New Normal, Maksimalkan Pemasukan PAD dari Pariwisata

Selain percepatan penanganan kasus Covid-19, Mirna juga terpantau aktif menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Bersama Dinas Pertanian, Mirna membagikan langsung kepada masyarakat. Seperti dilakukannya di Kecamatan Rowosari, Weleri, Ngampel, Boja, Limbangan dan sebagainya.

“Saya terjun ke masyarakat langsung untuk memastikan jika bantuan telah diterimakan kepada mereka yang berhak. Selain itu, penerima bantuan juga tidak menerima bantuan serupa dari program lain pemerintah. Satu keluarga hanya boleh menerima satu bantuan saja,” tegasnya.

Mirna mengatakan jika Pemkab Kendal melalui Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) akan menyerahkan 14.600 paket sembako. Saat ini yang sudah tersalurkan ada 2.000 paket sembako.

Selain itu ia mendorong desa-desa untuk menciptakan Desa Siaga Covid-19. Bersama TNI dan Polri Mirna juga mendorong desa-desa tersebut untuk mendirikan Kampung Tangguh. Harapannya tercipta kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. Selain itu bergotong royong membantu warga yang terdampak Covid-19.

Baca juga:  Merapi Erupsi Dua Kali, Abu Guyur Delapan Kecamatan

Sekda Kendal Mohammad Toha  mengatakan, sejauh ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kendal ada 33 orang dinyatakan positif. 12 diantaranya dinyatakan sembuh dan 19 lainnya dalam perawatan di Rumah Sakit. Selain itu ada dua pasien positif covid-19 meninggal.

Diakuinya, Kendal belum memiliki laboratorium sendiri untuk test swab. Sehingga harus menunggu empat hari baru hasil swab keluar apakah negatif atau positif. “Waktu empat hari ini tentu sangat berbahaya, terutama mereka yang tidak merasakan gejala dan beraktivitas seperti biasa. Sehingga bisa menulari orang-orang di sekelilingnya,” jelasnya.

Ia berharap kepada masyarakat untuk segera mematuhi PKM dan protokol kesehatan. Sehingga rantai penularan ini bisa dihentikan. “Kami menyadari masyarakat sudah ingin beraktivitas normal kembali. Tapi harus dipahami saat ini kondisi masih pandemi, jadi mesti saling menjaga untuk kesehatan bersama,” imbuhnya. (adv/bud/zal/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya