Permudah Pembayaran, LinkAja Kolaborasi dengan JNE

474
SEMAKIN MUDAH: Pengguna jasa JNE menunjukkan cara pembayaran dengan LinkAja. (ISTIMEWA)
SEMAKIN MUDAH: Pengguna jasa JNE menunjukkan cara pembayaran dengan LinkAja. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) resmi bekerja sama dengan LinkAja untuk memudahkan para pengguna jasa JNE dengan memberikan opsi pilihan pembayaran secara nontunai.

Dengan hadirnya LinkAja semakin memudahkan pengguna jasa JNE dalam melakukan pengiriman barang dengan memberikan solusi pembayaran elektronik. Kemudahan transaksi ini dapat dinikmati pada metode pembayaran di tempat (Cash on Delivery) untuk aktivitas belanja online, yang dapat digunakan di beberapa e-commerce, serta di lebih dari 7.000 outlet JNE yang tersebar di Indonesia.

Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE, mengatakan, kolaborasi JNE dengan LinkAja menghasilkan fasilitas pembayaran cashless bagi semua pelanggan setia JNE di seluruh nusantara. Manfaat dan kemudahan yang dihadirkan akan mempercepat proses transaksi dalam aktifitas pengiriman paket mau pun jual beli online. “Hal itu akan turut mendorong perkembangan e-commerce karena mendukung bisnis para pelaku usaha, terutama UKM, sehingga diharapkan akan berdampak pula terhadap perekonomian nasional, ujar Eri.
Sementara itu, Edward Kilian Suwignyo, selaku Direktur Marketing LinkAja menambahkan, pihaknya menyambut positif kolaborasi ini, karena dapat menjadi solusi pembayaran digital nontunai bagi layanan pengiriman JNE sebagai salah satu perusahaan terbesar di bidang logistik di Indonesia.

Hadirnya LinkAja memberikan kemudahan dan kecepatan pembayaran nontunai di transaksi COD dan pembayaran layanan logistik di seluruh outlet JNE. “LinkAja tidak hanya dapat memberikan kemudahan transaksi kapan saja dengan cepat dan tanpa repot dengan uang pas atau kembalian bagi konsumen, tetapi juga sekaligus membantu meningkatkan produktivitas agen, serta kurir JNE dengan waktu transaksi yang lebih cepat dan aman, dan pada akhirnya meningkatkan indeks inklusi keuangan nasional, kata Edward. (*/gie/svc)
















Tinggalkan Balasan