1600 Ton ikan Tilapia dari Aquafarm Tembus Pasar Amerika

321
Manager Pabrik PT Aquafarm Nusantara Semarang, Sri Rusmianawati, dalam diskusi pembangunan kelautan dan perikanan Jawa Tengah. (sulistiono)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Tak banyak yang tahu, Kota Semarang merupakan salah satu daerah penghasil ikan terbesar di tanah air. Sebagai salah satu kota pesisir di pantai utara Jawa, tidak hanya ikan hasil tangkapan di laut, namun juga hasil budidaya. Terbukti, PT Aquafarm Nusantara Semarang, berhasil mengekspor 1600 Ton ikan Tilapia. Ikan dengan kualitas tinggi sepanjang 2019, dari pabrik pengolahannya di Semarang.

“Penjualan ekspor kami utamanya adalah ke para pelanggan di Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Kanada,” kata Sri Rusmianawati, Manager Pabrik PT Aquafarm Nusantara Semarang, saat berbicara pada diskusi kelompok fokus dengan tema Pembangunan Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah di Semarang pada Selasa (19/11.

Selain penjualan ekspor, PT Aquafarm Nusantara juga menjual produknya ke para konsumen di pelbagai penjuru Indonesia.

“Produksi domestik kami kini telah menjangkau beberapa kota besar di Indonesia dan sampai Oktober 2019 penjualan dari pabrik Semarang mencapai 3.500 ton,” kata Sri Rusmianawati.

Selama ini, tambah Sri Rusmianwati, pabrik pengolahan di Semarang mendapatkan pasokan bahan baku dari hasil pembudidayaan ikan di Wadas Lintang, Wonogiri, Kedung Ombo dan Wunut, yang lokasinya semua di wilayah Jawa Tengah.

“Kami mengoperasikan pabrik pengolahan yang besar dan modern di Semarang yang telah mendapatkan sertifikasi nasional dan internasional termasuk sertifikasi BRC, BAP, IFS, ASC, Social Audit, HACCP, SKP dan Halal,” jelas Sri.

Manager Pabrik PT Aquafarm Nusantara Semarang itu juga memamerkan keberhasilan perusahaannya yang telah memenangkan banyak penghargaan termasuk Penghargaan Adibakti Mina Bahari Terbaik 1 Nasional pada 2014 dan Penghargaan sebagai Unit Pengolah Ikan Skala Besar Terbaik 1 Nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2017.

“Yang terakhir adalah penghargaan Nilai Kepatuhan Tertinggi dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang pada Juli 2019,” kata Sri. (svc/sls)