alexametrics

Meninggal Mendadak saat Pendidikan, Karyawan Perhutani Mendapat Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp 435 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda membayarkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 435.295.860 kepada ahli waris Almarhum R Edi Purwadi, tenaga kerja Perhutani Biro Perencana Unit Salatiga, Jumat (9/8/2019).

Penyerahan klaim secara simbolis tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Cabang Semarang Pemuda Suwilwan Rachmat, melalui Kepala Departement Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Divre Jateng, Ema Ismariana, kepada Suhartati, istri almarhum Edi. Penyerahaan berlangsung di Kantor Biro Perencanaan Perum Perhutani Divre Jateng, Jalan Yos Sudarso, Sidorejo, Kota Salatiga.

“BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Semoga santunan dan hak yang didapat bisa membantu beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Willy.

Baca juga:  Mempertahakan Keroncong di Sudut Taman Kota

Willy menuturkan pada 12 maret 2019 Alm. R Edi Purwadi mengikuti assesment di PUSDIK Perhutani Madiun, lalu pada jam 16.00 yang bersangkutan tiba-tiba pingsan, kemudian dilakukan pertolongan pertama dan dibawa ke RS Santa Clara, Madiun. Pada jam 16.40 dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit, dan kejadian ini masuk kategori meninggal mendadak.

Willy menambahkan Almarhum meninggal pada saat bekerja sehingga mendapatkan santunan jaminan kecelekaan kerja yang perhitungannya sebesar 48 kali gaji, santunan berkala Rp.4.800.000, biaya pemakaman Rp.3.000.000 dan beasiswa pendidikan Rp. 12.000.0000 untuk anak yang ditinggalkan.

“Selain itu ahli waris juga mendapatkan jaminan hari tua yang mana uang yang ditabung oleh almarhum pada saat bekerja dan jaminan pensiun berkala yang diterima istri atau seandainya istri meninggal bisa turun ke anaknya sampai usia 23 atau sudah menikah serta bekerja,” ucap Willy.

Baca juga:  Bantu UMKM, BPR Arto Moro Salurkan Kredit

Ema Ismariana selaku Kepala Departement Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Divre Jateng, mengapresiasi apa yang telah diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris, serta instansi tempat almarhum bekerja tidak terbebani.

“Semoga apa yang ditanggalkan almarhum pak Edi dapat bermanfaat bagi keluarganya,” tambah Ema di sela-sela penyerahan santunan.

Sementara ahli waris yang diwakili istri mengaku sangat terbantu dengan program BPJS Ketenagakerjaan tersebut, khususnya untuk keluarga yang ditinggalkan seperti dirinya.

“Terima kasih sekali kepada perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah membantu proses santunan kecelakaan kerja dan apa yang telah saya terima akan saya manfaatkan sebaik baiknya untuk keberlangsungan hidup keluarga,” ujar Suharti. (sls/ap)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya