alexametrics

Kelurahan Penggaron Kidul Kerahkan Karang Taruna dalam Program TPS3R

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Penggaron Kidul merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Pedurungan. Jumlah penduduknya 7.214 orang, termasuk kelurahan dengan wilayah terkecil di Pedurungan.

Lurah Penggaron Kidul Budi Susiawan mengatakan, dengan penduduk yang lebih sedikit dibandingkan kelurahan yang lain, membuat potensi penyebaran covid-19 saat pandemi berkurang.

Tetapi potensi penyebaran covid-19 yang kecil ini tidak menghilangkan kewaspadaan Kelurahan Penggaron Kidul. Pemerintah kelurahan tetap melaksanakan program-program untuk antisipasi maupun penanganan bagi warganya yang terdampak covid-19.

Salah satunya adalah Jogo Tonggo. Lalu disertai penyemprotan desinfektan, pembagian masker, sosialisasi mengenai prokes dan lainnya. Vaksinasi pun sudah dijalankan dengan baik sehingga telah mencapai angka 75-80 persen dari total warga Kelurahan Penggaron Kidul. Beberapa yang belum mengikuti vaksin adalah dari golongan tua.

Baca juga:  Pandemi Pererat Persatuan Warga Kelurahan Plamongansari

“Pemahaman kepada yang sudah berumur atau sepuh agak susah karena masih memiliki mindset hidup dan mati ada di tangan yang kuasa,” ujar Budi yang sudah memimpin Penggaron Kidul selama 2 tahun ini.

Pandemi covid-19 tidak saja berdampak pada bidang kesehatan, bidang ekonomi juga kena imbas. Dengan adanya penurunan ekonomi di masyarakat saat pandemi beberapa waktu lalu, Kelurahan Penggaron Kidul sudah menyiapkan beberapa program untuk memulihkan perekonomian masyarakat sekitar.

Dengan adanya pelatihan-pelatihan dari berbagai sumber termasuk dari program pemerintah yaitu Gerai Kopimi. Lalu seiring berjalannya waktu perekonomian di kelurahan ini sudah mulai beranjak naik dan menjadi normal lagi.

“Kami juga menyarankan untuk warga Kelurahan Penggaron Kidul apabila butuh sesuatu bisa memanfaatkan UMKM yang ada. Contohnya saat ada acara, lalu butuh snack, silakan beli di UMKM sekitar. UMKM di sini juga tidak kalah menarik seperti keripik sagu, wingko babat dan lain-lain,” ungkap Budi.

Baca juga:  Kampung Jajanan Pasar di Kelurahan Pedurungan Tengah Tetap Bergeliat

Selain upaya penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi, untuk menjaga kebersihan dan menangani permasalahan sampah, pihak kelurahan bersama dengan karang taruna “Tunas Mulya” juga aktif dalam menjalankan program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

“Untuk program TPS3R sudah berjalan secara aktif semenjak September lalu di mana kami bersama dengan karang taruna bekerja sama untuk mengumpulkan sampah anorganik sehingga nantinya dapat diolah di TPS3R Tunas Mulya,” ujar Budi.

Program TPS3R ini tidak hanya dijalankan kelurahan Penggaron Kidul sendiri namun juga bekerja sama dengan bank sampah induk (BSI) milik Udinus di bawah binaan DLH Kota Semarang. Untuk prosesnya, sampah-sampah tersebut dikumpulkan dari wilayah Penggaron Kidul.

Baca juga:  Warga Antusias Ikuti Vaksinasi di Kelurahan Tandang

Sampah yang sudah terpilah antara organik dan nonorganik nantinya dikumpulkan di TPS3R Tunas Mulya untuk dikelola. Sampah-sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk. “Dengan TPS3R ini menjadi harapan untuk nantinya dapat menjadi pendapatan tersendiri untuk memajukan karang taruna kami,” harapnya.

Potensi lain yang sedang dikembangkan dari kelurahan Penggaron Kidul adalah Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program ini sudah dikelola dengan profesional dan sudah terdapat di 5 RW dari 6 RW yang ada. Sisanya telah terdapat Pamsimas swasta. Program ini juga dikelola bersama dengan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS). (mg15/mg19/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya