alexametrics

Warga Kecamatan Mijen Kembangkan Budidaya Padi Organik di Agrowisata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wilayah Kecamatan Mijen kini mengalami kemajuan pesat seiring landmark BSB terus berkembang. Namun pertanian di wilayah tersebut masih menjadi komoditas utama warga. Inovasi melalui budidaya padi organik dilakukan sebagai upaya swasembada pangan di Kota Semarang.

Sepertiga luas wilayah Kecamatan Mijen merupakan lahan produktif dengan komoditas utama tanaman pangan. Kawasan BSB yang digadang sebagai pusat ekonomi baru hanya menambah ragam potensi. Peran serta masyarakat mendukung pemerintah pun hadir lewat agribisnis yang di konsep matang.

Camat Mijen Didik Dwi Hartono memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian untuk mendongkrak perekonomian. Tak kalah penting, inovasi melalui budidaya tanaman organik mendorong pihaknya untuk menjadi lumbung pangan Kota Semarang. “Di sini masih banyak lahan pertanian, dari luas wilayah ini sepertiganya. BSB itu menambah potensi yang ada di Mijen selain kawasan industri dan pendidikan,” kata Didik kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, produksi padi organik di Kelurahan Wonolopo dimanfaatkan untuk agrowisata. Terdapat area kafe, budidaya rumput odot, kolam ikan, peternakan. Luas area persawahan mencapai 10.000 meter persegi yang disiapkan sebagai budidaya padi organik.

Baca juga:  Kelurahan Mugassari Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Perekonomian Warga

Dalam kurun waktu 4 bulan, padi organik dapat menghasilkan 8 ton padi basah serta jika diakumulasi menjadi beras mencapai kuantitas 4,8 ton. Sementara, selama proses budidaya menggunakan pupuk organik. “Kualitas padi yang di panen senantiasa terjaga, karena pupuk yang digunakan berbahan dasar organik. Ada pupuk pestisida, tetapi komposisinya berasal dari susu, micin, bimomic,” imbuhnya

Tidak hanya pertanian organik, kesenian menjadi daya tarik wisata budaya. Eksistensi kuda lumping masih terjaga menemani pesatnya laju perekonomian di kecamatan ini. Dulu, penyebaran Islam di Mijen tidak hanya melalui dakwah. Karena, hingga kini kesenian rebana sebagai media syiar masih dilestarikan masyarakat. “Setiap kelurahan masih ada kesenian kuda lumping, kelompok rebana, itu jadi warisan leluhur yang masih terjaga. Setiap Agustus akhir rutin kami menyelenggarakan festival,” ungkapnya

Baca juga:  Kelurahan Lamper Lor Jalankan Budaya Gotong Royong

Pemerintah Kecamatan Mijen terus melakukan percepatan program vaksinasi yang kini sudah memenuhi 80 persen penduduk. Selain itu, pihaknya rutin menggelar operasi yustisi dalam rangka menekan penyebaran kasus Covid-19. “Vaksinasi terus kita genjot. Sampai tingkat kelurahan setiap malam Forkopimcam melalui satgas covid-19 rutin melakukan operasi prokes. Menjelang penerapan PPKM level 3 akan menyelenggarakan rakor,” jelasnya. (cr3/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya