alexametrics

Kembangkan UMKM, Kelurahan Gunungpati Siapkan Galeri Batik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banyak potensi yang dimiliki Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati. Meski lurah baru saja pensiun, program kerja dan pelayanan masyarakat tidak boleh berhenti.

Plt Lurah Mutmainah menjelaskan, ia menjalankan tugas sebagai lurah yang ditinggalkan Mulyono, lurah sebelumnya yang pensiun pada awal Desember ini. Terobosan yang pertama kali ia lakukan adalah menggeliatkan kembali PKK. “PKK harus jalan,” katanya.

Mutmainah merupakan Kasi Kesos Kecamatan Gunungpati dan tidak sepenuhnya di Kelurahan Gunungpati. Ia memperkenalkan diri sebagai Plt Lurah melalui Grup WA. “Sementara ini belum sepenuhnya mengenal wilayah Kelurahan Gunungpati, karena kan nyambi,” jelasnya.

Di Kelurahan Gunungpati terdapat pasar tradisional Gunungpati. Aktivitas Pasar Gunungpati mulai bergerak kembali untuk memulihkan perekonomian warga. Selain itu, terdapat Pasar Kliwonan yang diadakan setiap Kliwon (menurut kalender Jawa) di Pasar Gunungpati. “Di sana ada pasar hewannya juga. Mulai ramai itu mas,” jelasnya.

Baca juga:  Kelurahan Pedalangan Terus Menambah Kampung Tematik

Kelonggaran pembatasan jam operasional juga berdampak pada perekonomian, meskipun masyarakat diimbau untuk menaati protokol kesehatan. “Kami masih menjalankan patroli PPKM,” ungkapnya.

Terminal di dekat Pasar Gunungpati juga berfungsi untuk memulihkan perekonomian. Karena lokasi ini dilewati banyak sarana transportasi sehingga UMKM dapat berjalan kembali. Selain itu, terdapat jalur yang menjadi penghubung pasar dengan terminal.

Rencananya Pasar Gunungpati akan dipindah karena kondisi saat ini kurang luas. Namun refocusing anggaran membuat pemindahan ditunda. Padahal, para pedagang sudah setuju.

Selain lebih luas, pasar baru yang disiapkan tidak meninggalkan konsep tradisional dengan memperhatikan kebersihannya. Di depan pasar yang disiapkan terdapat galeri produk batik. Ia berharap, pasar yang disiapkan segera terealisasi. “Karena kalau dibangun modern akan sepi,” jelasnya.

Baca juga:  Sensasi dan Tantangan Taklukkan Jalanan Pakai Sepeda Lowrider

Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Gunungpati Ribut Nugraha menambahkan terdapat Kampung Malon yang memproduksi batik alam. Pewarna batik sangat unik terbuat dari bahan alam, mahoni, nangka, daun indiho serta limbah mangrove. Motifnya mencerminkan kearifan lokal, seperti sangkuriang, gatotkaca. Produk batiknya antara lain, kristal, manggis, citra, delima.

Selain itu, di Kelurahan Gunungpati ada peternakan, industri kreatif, dan sosial budaya. Terdapat juga galeri yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan untuk melakukan pelatihan-pelatihan dan pameran-pameran. “Hasil pertanian di sini terkenalnya Durian Monti, Montong Gunungpati,” jelasnya.

Sekretaris Kelurahan Gunungpati Ari Susanti menambahkan, pariwisata di Kelurahan Gunungpati sangat beragam, seperti hidroponik di RW 7, pembibitan ikan lele RW 10 dan wisata religi. Kesenian Kelurahan Gunungpati antara lain, Gejug Lesung di Padepokan Lir ilir dan Altar Joko Tingkir di RW 6. “Kalau tidak pandemi, ada festival budaya yang datang ribuan orang,” jelasnya. (fgr/ton)

Baca juga:  Kampung Logam di Kelurahan Bugangan Terus Berkembang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya