alexametrics

Benahi Drainase dan Kembangkan Kampung Tematik di Kecamatan Gayamsari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Langsung ajak warga untuk menjaga kebersihan. Bahkan, bentuk tim siaga bencana di tingkat RW. Rencanakan kampung wisata religi dan menambah fasilitas kesehatan di tengah tambak. Rencanakan bazar UMKM keliling kelurahan tiap dua belan sekali.

Camat Gayamsari Agus Junaedi menjelaskan, program yang ia gagas di awal menjabat adalah mengupayakan kesiagaan bencana. Pihaknya menggandeng Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang yang bertanggung jawab pada drainase dan pompa air di Gayamsari. “Kita pertemukan semua lurah dan pihak DPU,” katanya.

Sebelumnya, ia menggelar pertemuan dengan ketua RT dan ketua RW yang bertujuan untuk menampung aspirasi dari warga. Dari aspirasi warga tentang banjir, pihaknya mempertemukan DPU dan seluruh lurah. “Kadang ada hal-hal yang tidak memungkinkan, itulah yang kita rembug,” jelasnya.

Baca juga:  Hendi Larang Peredaran Daging Anjing untuk Konsumsi di Semarang

Terdapat rumah pompa di Kelurahan Tambakrejo yang sudah tidak digunakan. Ketika saluran air di wilayah tersebit bersih, maka permukiman tetap bebas dari banjir. “Tapi, begitu ada eceng gondok dan banyak sampah, airnya menggenang di permukiman,” katanya.

Pihaknya melakukan pengecekan satu persatu drainase dan membersihkan saluran-saluran. Pada Minggu (5/12) digelar kerja bakti di Karangingas RW 4 Kelurahan Siwalan. Saluran di tempat ini dipenuhi sampah dan mengalami sedimentasi. Ada sekitar 200 warga yang ikut kerja bakti. “Kemarin dikumpulkan ada delapan truk sampah,” katanya.

Pemkot Semarang saat ini membentuk Tim Kesiapsiagaan Bencana di tingkat kecamatan. Pihaknya langsung membentuk tim Siap Bencana di tingkat RW beranggotakan masyarakat yang mempunyai pekerjaan yang tidak mengikat. Sehingga mereka dengan sigap membantu dan dibantu oleh tim kami. “Terutama di Tambakrejo, Kaligawe, Sawah Besar, dan Siwalan,” jelasnya.

Baca juga:  Buruh Datangi Kantor Gubernur Jateng

Pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh Kecamatan Gayamsari dengan memaksimalkan kampung-kampung tematik, seperti Kampung Tematik Tahu Bakso, dan Kampung Tematik Sentra Bandeng Presto. Ia berharap, produk UMKM di Kecamatan Gayamsari dapat dipasarkan di tingkat kota, bahkan di tingkat nasional. Upaya yang dilakukan adalah dengan pelatihan kemasan dan pemasarannya.

Pihaknya selalu memberdayakan UMKM di tingkat Kecamatan. Dengan cara membeli produk dari tidak dari luar wilayah ketika ada acara atau kegiatan di tingkat kelurahan dan kecamatan. “Tentunya masyarakat harus aktif,” jelasnya. Selain itu, karena keterbatasan anggaran, pihaknya berencana menggandeng CSR dengan tujuan menjadi bapak asuh dari beberapa UMKM.

Penanganan covid-19 di Gayamsari, warga yang sudah ikut vaksin sudah 76,5 persen. Melalui jemput bola, melakukan jadwal vaksinasi dan menunjuk satu titik untuk mendekatkan masyarakat agar mempercepat vaksinasi. Terdapat kendala, apabila ada masyarakat pekerja, sehingga vaksinasi dilakukan di hari libur. “Kita komunikasikan dengan puskesmas agar dilakukan vaksinasi hari libur,” jelasnya.

Baca juga:  Panen Sayur Tambah Pendapatan Warga Kelurahan Salaman Mloyo

Pihaknya menyediakan mobil untuk menjemput warga yang belum vaksin. Vaksinasi juga menyasar kepada lansia dengan melakukan vaksinasi di rumahnya apabila tidak bisa datang di tempat vaksinasi. Tes swab masal dilakukan secara rutin di perkantoran, di pasar. “Harapannya hasilnya negatif semua,” jelasnya. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya