alexametrics

Pemerintah Kecamatan Pedurungan Berdayakan UMKM, Bentuk Coworking Space

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang –  Pemerintah Kecamatan Pedurungan sangat memperhatikan rencana pemulihan ekonomi. Sektor UMKM jadi perhatian. Coworking space dibangun di kantor kecamatan untuk menjembatani para pemuda yang penuh ide-ide segar.

Camat Pedurungan Eko Yuniarto menjelaskan, Kecamatan Pedurungan merupakan salah satu pintu gerbang atau pintu masuk yang berada di Kota Semarang  wilayah timur. Kecamatan Pedurungan berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak. Sehingga, pihaknya harus diperhatikan batas wilayah kota Semarang “Mau tidak mau, kita harus menunjukkan Semarang semakin hebat dan layak untuk semuanya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pemerintah Kecamatan Pedurungan mencoba untuk membuat tim yang menjadi pusat inovasi untuk menekankan masalah kebersihan. “Kebersihan wilayah juga harus diperhatikan, inilah wilayah Kota Semarang yang menunjukkan kota yang bersih,” jelasnya.

Baca juga:  Lurah Terboyo Kulon Dapat Hikmah dari Pandemi Covid-19

Kecamatan Pedurungan layak untuk siapa saja, sehingga pihaknya giat merangkul penyandang disabilitas untuk mewujudkan ekonomi, kesenian, dan karya. Kecamatan Pedurungan memiliki Kelompok Disabilitas yang bernama Kuncup Mekar. Kelompok ini berdiri sejak 2014.

Kelompok Kuncup Mekar mampu berprestasi. Setidaknya ada penyandang disabilitas yang juara bermusik dan dua orang peragawati. “Embrionya adalah dari Kuncup Mekar. Dan salah satu yang memfasilitasi adalah saya ketika jadi lurah di Tlogosari Kulon. Sampai saat ini ada sekretariatnya di tingkat kecamatan,” klaimnya.

Tidak berhenti di situ, pihaknya akan memberdayakan ekonomi masyarakat yang sempat terdampak karena pandemi covid-19. Pihaknya melakukan gerakan bersama dalam memulihkan perekonomian melalui gebyar-gebyar UMKM.

Baca juga:  Kelurahan Wonotingal Gunakan Dana CSR untuk Penanganan Covid-19

Ia bersyukur, saat ini Kota Semarang sudah memasuki level 1. Ia berharap tidak naik level lagi dan berharap normal kembali. “Sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala,” tuturnya.

Pihak Kecamatan selalu memberi arahan, memfasilitasi seperti tempat dan protokol kesehatan. Pihaknya selalu berkomunikasi dengan Gerai Kopi Mi dan tokoh masyarakat untuk melakukan event-event yang layak untuk membangkitkan perekonomian. Seperti Pasar Tematik Seni Palebon. “Kita bersama-sama untuk saling mendukung,” jelasnya.

Selain itu, kelurahan-kelurahan lain, seperti Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon merancang kegiatan Car Free Day tingkat lokal. Pihaknya perlu komunikasi dan koordinasi agar semakin hari memperbaiki ide-ide dari masyarakat. “Intinya kita lempar ide mereka yang mengolah. Atau mereka yang lempar ide ayo kita bareng-bareng, jadi itu yang dinamakan bergerak bersama,” ungkapnya.

Baca juga:  Bank Indonesia Jadikan Undip Duta QRIS dan Bantu Dua Unit Ambulance

Ia berharap dengan adanya konsep bergerak bersama, bisa mengenai sasaran pelaku UMKM dan masyarakat yang berbelanja di dalamnya. Selain itu, ia mengimbau agar tidak berbenturan dengan aktivitas lainnya seperti lalu lintas. “Maka kita perlu sinergitas dengan masyarakat. Intinya masih mencari cara,” jelasnya.

Eko berencana membangun coworking space di antara lantai satu dan lantai dua kantor Kecamatan Pedurungan. Coworking space dapat dimanfaatkan oleh pemuda dan pekerja. Ke depan, modelnya terbuka. Karena pemuda berekspresi sehingga muncul ide-ide canggih untuk memulihkan perekonomian. “Kami akan menyiapkan dispenser di atas untuk ngopi dan ada kebebasan berekspresi,” katanya. (fgr/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya