alexametrics

Kelurahan Kandri Optimalkan Urban Farming untuk Jogo Tonggo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati terus getol dalam melaksanakan kegiatan urban farming. Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan Jogotonggo.

“Ini memang saya mengoptimalkan kegiatan urban farming. Memang itu kita menindaklanjuti petunjuk wali kota semarang supaya kita mengoptimalkan masyarakat untuk melakukan kegiatan urban farming dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan masing-masing keluarga,” ungkap Plt Lurah Kandri Komara Yuniarmi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pihak kelurahan selalu bekerjasama dengan babinsa dan bhabinkamtibmas, termasuk dengan kelembagaan di wilayah Kandri, untuk bisa melaksanakan kegiatan menindaklanjuti program pemerintah tersebut. Langkah strategi yang dilakukan adalah menggerakkan seoptimal mungkin kelembagaan yaitu ketua RT.

“RT kita fungsikan bener-bener untuk bisa membantu masyarakat di sekitarnya dengan cara mengumpulkan materi berupa uang, sembako melalui program Jogo Tonggo,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai Sekcam Gunungpati ini.

Baca juga:  PSIS Tak Pusingkan Molornya Renovasi Jatidiri

Menurutnya, berkolaborasi dalam program Jogo Tonggo bisa dimanfaatkan membantu masyarakat yang membutuhkan terutama di pandemi Covid. Sebab, masih banyak masyarakat terdampak dari Covid, seperti yang diberhentikan dari pekerjaan maupun belum kembali mendapatkan  pekerjaan.

“Itu kita bekerjasama mengoptimalkan kegiatan Jogo Tonggo. Ditambah lagi kita bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang, menyelenggarakan program urban farming melalui kegiatan pelatihan-pelatihan,” jelasnya.

Menurutnya, urban farming ini mengoptimalkan kegiatan masyarakat dalam menggunakan lahan di sekitar rumahnya. Seperti halnya kegiatan pertanian, peternakan, perikanan untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka masing-masing.

“Kita melihat lahannya, kalau itu bisa untuk kegiatan perikanan, peternakan atau lainnya, kita kerjasama dengan dinas. Kemarin kita menanam di lahan wisata sukunisasi, dan pohon cemara. Termasuk kita bagikan di masing-masing RT dan ketua RW,” katanya.

Baca juga:  Resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah Digelar 20 November

Di Kelurahan Kandri terdapat ada 26 RT dan 4 RW. Masing-masing RT dan RW sudah melaksanakan kegiatan urban farming. Termasuk juga kegiatan penanaman bersama-sama dengan mahasiswa KKN. Pihaknya berharap, masyarakat terus bersama-sama dalam menjaga kegiatan ini. “Kandri ini adalah salah satu destinasi wisata di Kota Semarang. Banyak sekali penghargaan penghargaan yang diterima,” jelasnya.

Warga Kelurahan Kandri memiliki tradisi tahunan nyadran yang tandai dengan arak-arakan keliling kampung. Arak-arakan dimulai dari Sendang Lanang menuju Sendang Gede. Sebelum pandemi, ribuan warga mengikuti prosesi sambil membawa bakul berisi makanan dan gunungan hasil bumi.

Tradisi tersebut dapat mengangkat potensi wisata yang ada di Kota Semarang. Selain itu, tradisi ini juga dapat menambah keguyuban masyarakat Kandri sendiri. Apalagi Kandri merupakan desa wisata yang sudah menjadi salah satu tujuan turis yang berkunjung ke Kota Semarang. (mha/ton)

Baca juga:  Persiapkan PPDB Online, Minimalisir Keluhan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya