alexametrics

Angkat Seni Budaya dan Mainan Tradisional di Kelurahan Gisikdrono

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat kembangkan kampung tematik seni budaya di RW 13. Harapannya, nanti akan jadi tujuan wisatawan lokal maupun wisatawan nasional.

“Sebelum pandemi kelurahan ini juga sudah menjadi rujukan studi banding bagi para siswa maupun penggemar kebudayaan,” kata Lurah Gisikdrono Sunardi.

Potensi ini terus digali karena sumber daya manusia di wilayah itu memang para pelaku seni. Di sana juga sudah berdiri sanggar kesenian meskipun sebelumnya adalah bekas balai. Warga sering berlatih menari di tempat ini. Selain itu di kampung tersebut juga masih melestarikan permainan tradisional. Seperti enggrang, gobak sodor, bentik, dakon, dan lainnya. “Kampung seni budaya Gisikdrono sudah diresmikan wali Kota Semarang menjadi tujuan wisata. Kami berharap masyarakat ikut mempromosikan,” tuturnya.

Baca juga:  Pemerintah Kelurahan Bulusan Segera Atasi Cekungan dan Benahi Internal

Untuk menyambungkan dengan sejarah, kelurahan juga memiliki Langgar Tugel Mbah Sabar Drono. Hal ini juga untuk menghormati pendiri Gisikdrono. Disebut langgar tugel karena tampak seperti setugel. “Nanti separo lagi akan kami buat di destinasi wisata agar seperti segitiga saling terkait karena ada makam sesepuh juga di sana,” jelasnya.

Setiap tahun warga Gisikdrono selalu mengadakan berbagai kegiatan budaya seperti Merti Desa kegiatan yang intinya mengajak masyarakat untuk mengingat tokoh masyarakat Mbah Sabar Drono. Acara diisi dengan pentas wayang kulit, kesenian dan kirab budaya.

Di RW XIII yang merupakan kampung seni dan budaya ini, katanya, terdapat beberapa spot foto yang menarik dan salah satunya langgar Tugel itu. Pengunjung bisa berselfie ria. Tidak hanya itu wisatawan bisa melihat aneka permainan tempo dulu seperti gerobak sodor, dakon, permainan enggrang serta ular naga.

Baca juga:  Gali Potensi Wilayah Kelurahan Kemijen Lewat Pelatihan

Sementara dalam penanganan covid-19, kelurahan dibantu dengan satgas dan menjalankan kegiatan sesuai peraturan pemerintah kota. “Dengan bergerak bersama dari awal kita laksanakan baksos dari warga untuk warga, bantuan pemkot, maupun bantuan kemensos kepada warga yang terdampak,” ungkapnya.

Bersama puskesmas, pihak kelurahan terus melakukan sosialisasi penyuluhan. Sementara PDAM, Damkar rutin melakukan penyemprotan desinfektan ke permukiman warga sampai saat ini. “Capaian vaksinasi di Kelurahan Gisikdrono sendiri saat ini mencapai 85%. Kami terus bekerjasama dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk terus melakukan vaksinasi untuk menggenapi kekurangan warga yang belum divaksin,” ujarnya. (bam/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya